kumparan
Bisnis6 April 2020 9:59

Indonesia Kekurangan Ventilator, Wamen BUMN Minta Bantuan ke Elon Musk

Konten Redaksi kumparan
Elon Musk
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Foto: Joe Skipper/Reuters
Indonesia masih sangat kekurangan alat pelindung diri (APD) hingga ventilator untuk melawan virus corona.
ADVERTISEMENT
Kurangnya alat-alat tersebut membuat Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin meminta bantuan pengusaha Amerika Serikat (AS), Elon Musk. Budi terlihat meminta bantuan kepada CEO SpaceX itu melalui cuitan di akun Twitter pribadinya.
"Kami mengelola 70 rumah sakit di Indonesia dengan sekitar 6.500 tempat tidur dan sedang mencari 300-400 ventilator secepat mungkin untuk digunakan mengatasi pasien corona," tulis Budi Sadikin dalam bahasa Inggris, Minggu (5/4).
Permintaan tersebut diutarakan Budi Sadikin setelah Elon Musk si 'Tony Stark dalam kehidupan nyata' menyatakan memiliki ventilator tambahan dan bakal dikirimkan ke seluruh dunia melalui Tesla.
"Perangkat dan biaya pengiriman gratis. Satu-satunya persyaratan adalah bahwa ventilator digunakan segera untuk pasien, tidak disimpan di gudang," kata Elon Musk.
ADVERTISEMENT
Terkait kekurangan dan permintaan bantuan kepada pendiri Tesla Motors ini dibenarkan oleh Staf Khusus BUMN Arya Sinulingga. Menurut Arya, berbagai negara tengah berburu kebutuhan medis tersebut.
"Memang saat ini semua negara berburu ventilator," ujar Arya saat dikonfirmasi kumparan, Senin (6/4).
Pemda DIY menerima 4.000 APD
Pemda DIY menerima 4.000 APD dan 14.400 RDT (Rapid Diagnose Test) test kit dari pemerintah pusat. Foto: Istimewa
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga mengakui kekurangan APD saat rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI. Ia mengatakan, dari 500 ventilator yang diperlukan, baru tersedia seperlimanya.
"Kami sudah mematok kira-kira berapa banyak pasien, kita memberanikan diri menaruh angka 10 ribu pasien. Kebutuhan APD kalau segitu ada 1,5 juta, jujur hari ini BUMN tidak punya. Ventilator dibutuhkan 500, BUMN baru punya seperlima," jelas Erick Thohir, Jumat (3/4).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan