Bisnis
·
6 April 2021 15:04

Indonesia Rangking 8 Dunia Vaksinasi Terbanyak, Capai 12,7 Juta Dosis Suntikan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Indonesia Rangking 8 Dunia Vaksinasi Terbanyak, Capai 12,7 Juta Dosis Suntikan (4492)
searchPerbesar
Petugas memeriksa kesehatan petugas bandara yang akan menjalani vaksinasi corona di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (22/3). Foto: Dok. Istimewa
Program vaksinasi COVID-19 terus digalakkan pemerintah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan per 5 April 2021 Indonesia telah menyuntikkan 12,7 juta dosis vaksin. Adapun program vaksinasi telah dimulai sejak 13 Januari 2021 lalu. Capaian ini menempatkan Indonesia pada sepuluh besar negara di dunia dengan suntikan vaksin terbanyak.
ADVERTISEMENT
“Per kemarin kita sudah mencapai 12,7 juta suntikan seluruh Indonesia sejak dimulainya vaksinasi pada 13 Januari tahun ini. Untuk informasi, Indonesia sekarang dari jumlah suntikan merupakan rangking 8 dunia,” ujar Budi dalam CIMB Niaga Forum Indonesia Bangkit, Selasa (6/4).
Bahkan jika negara produsen tidak ikut dihitung, maka Indonesia menempati urutan keempat dunia di bawah Brasil, Turki, Jerman. Budi juga merinci bahwa vaksinasi yang dilakukan Indonesia sudah lebih banyak dari Prancis, Spanyol, Israel dan Uni Emirat Arab. Bahkan vaksinasi Indonesia berada di atas Australia, Canada dan Jepang serta beberapa negara Eropa Barat lainnya.
“Di atas kita ada Jerman dan Inggris. Tapi kalau kita lihat bedanya dengan Jerman enggak banyak lagi,” ujarnya.
Indonesia Rangking 8 Dunia Vaksinasi Terbanyak, Capai 12,7 Juta Dosis Suntikan (4493)
searchPerbesar
Presiden Jokowi saat meninjau program vaksinasi massal di Sidoarjo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev
Sementara negara produsen vaksin seperti Amerika Serikat, Inggris, India, Rusia dan China cenderung lebih unggul dalam vaksinasi karena mereka tidak memiliki masalah pada supply vaksin.
ADVERTISEMENT
Budi juga melaporkan saat ini Indonesia mampu menyuntikkan 500 ribu dosis vaksin setiap hari. Dengan kecepatan tersebut artinya Indonesia bisa menyuntikkan 2,5 juta dosis vaksin dalam seminggu atau 10 juta dosis per bulan.
Menurut Budi, kecepatan ini sudah sesuai dengan target yang ditetapkan. Budi menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan vaksinasi secepat dan sebanyak mungkin. Namun Budi tidak menampik bahwa kecepatan vaksinasi juga bergantung pada ketersediaan vaksin itu sendiri.
“Kalau awal Januari Februari lalu kita cuma punya 3 juta dosis vaksin. Jadi enggak mungkin kita mau gas. Berapa, sejuta sehari? Atau 500 ribu sehari? Ya itu 6 hari juga sudah abis vaksinya. Padahal kita punya waktu 1,5 bulan. Jadi kecepatan vaksinasi juga disesuaikan dengan ketersedian vaksin,” tandasnya.
ADVERTISEMENT