Kumparan Logo

Indonesia Resesi, Bulog Jamin Stok Beras Masih Aman hingga Akhir Tahun

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja mengemas beras di Gudang Bulog Sub divre Ciamis, Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (30/9/2020). Foto: ADENG BUSTOMI/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengemas beras di Gudang Bulog Sub divre Ciamis, Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (30/9/2020). Foto: ADENG BUSTOMI/ANTARA FOTO

Perum Bulog menjamin stok beras masih aman hingga akhir tahun 2020, meski di tengah situasi merebaknya pandemi COVID-19 dan adanya resesi ekonomi.

Wakil Direktur Utama Bulog, Gatot Trihargo, memperkirakan total produksi nasional gabah kering giling tahun ini mencapai 55 juta ton. Sedangkan untuk beras sebesar 35 juta ton.

Dengan asumsi konsumsi sekitar 2,5 juta ton per bulan, atau 30 juta ton beras per tahun, Bulog masih akan memiliki cadangan beras sampai 1,5 juta ton di akhir tahun.

"Total produksi nasional tahun ini diperkirakan 35 juta ton, sementara konsumsi mencapai 30 juta ton. Cadangan beras kita jaga di 1 juta sampai 1,5 juta ton," ujar Gatot dalam acara Refoodmation yang digelar Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Selasa (10/11).

Gatot mengakui, Bulog cukup mengalami kesulitan dalam menyerap hasil panen petani selama pandemi merebak. Ditambah lagi dengan susahnya akses logistik karena banyak sopir truk enggan membawa hasil panen karena khawatir terhadap COVID-19.

Wakil Direktur Utama Perum Bulog Gatot Trihargo. Foto: Dok. Perum Bulog

Oleh karena itu, kata Gatot, Bulog mesti bekerja sama dengan TNI Polri dalam hal menyerap hasil panen petani.

Sementara di tengah terjadinya resesi ekonomi, meski menjamin stok beras aman, Gatot khawatir melemahnya daya beli masyarakat berdampak pada kian rendahnya permintaan terhadap beras. Sehingga menyebabkan produksi petani tak terserap maksimal.

Gatot menilai, tak cukup bila hanya mengandalkan program bantuan dari pemerintah pusat semata, seperti bantuan pangan non tunai (BPNT) hingga Program Keluarga Harapan. Ia berharap pemerintahan hingga tingkat desa menyiapkan lumbung pangan cadangan.

"Yang kita khawatirkan hari ini adalah pandemi, bahwa daya beli masyarakat turun. Tidak semua dibantu pemerintah, memang ada BPNT, PKH, tapi pedagang mengalami kesulitan daya belinya," ujar Gatot.

"Yang perlu kita harapkan ke depan, kita perlu antisipasi masyarakat desa. Bulog akan kerja sama menampung kelebihan produksi mereka," sambungnya.