Ini 4 Profil Bisnis Subholding yang Resmi Berdiri Usai Merger Pelindo

20 September 2021 13:05
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ini 4 Profil Bisnis Subholding yang Resmi Berdiri Usai Merger Pelindo (46494)
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kapal kargo bersandar di Pelabuhan Peti Kemas Makassar yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero). Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
ADVERTISEMENT
Merger BUMN Pelabuhan Indonesia (Pelindo) kian dekat. Empat perusahaan (Pelindo I, II, III, dan IV) akan digabung menjadi satu pada 1 Oktober 2021.
ADVERTISEMENT
Keempat perusahaan itu dilebur menjadi satu perusahaan baru bernama PT Pelindo yang merupakan entitas dari Pelindo II. Di bawahnya, akan ada 4 perusahaan lagi yang menjadi subholding di empat regional.
Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan, keempat regional tersebut ada di Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Dia menjamin struktur ini tidak akan mengganggu pelayanan ke konsumen.
"Jadi tidak ada perubahan dalam layanan dan hubungan dalam pelanggan, semua tetap sama. Pelaksanaanya juga akan bertahap, tidak langsung 1 Oktober," katanya dalam Webinar Sosialisasi Penggabungan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero) Menjadi Satu Pelindo, Senin (20/9).
Pertama, PT Petikemas (TPI). Putut menjelaskan, subholding yang pertama akan mengelola bisnis petikemas seluruh Pelindo. Operasional petikemas ini akan di bawah kendali PT Terminal Pelindo Petikemas (TPI) yang berkantor di Surabaya.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, terminal petikemas seperti di Semarang, Makasar, dan Belawan akan masuk dalam pengelolaan PT Petikemas.
Kedua, PT Non Petikemas. Subholding ini akan berkantor di Belawan yang mengoperasikan seluruh aktivitas bisnis curah.
"Bisnis seperti curah kering di Kalimantan, Sragen, akan diserahkan ke PT Non Petikemas agar mereka punya kapabilitas untuk tangani bisnis curah cair dan kering," ujarnya.
Ketiga, PT Logistik & Hinterland. Subholding ini akan mengurusi bisnis lini kedua yaitu pertanahan seluruh Pelindo. Perusahaan ini akan berkantor di Jakarta. Putut mengaku bisnis yang akan dioperasikan di subholding ini akan lebih lanjut dibahas dengan para pengguna jasa Pelindo.
Keempat, PT Marine, Equip & Port. Subholding terakhir ini akan mendukung bisnis sarana pemanduan, pemeliharaan peralatan, listrik, bisnis BBM, dan hal-hal terkait dukungan pelayanan operasional petikemas, nonpetikemas, dan logistik.
ADVERTISEMENT
Putut menyebut, di empat regional ini masing-masing dipimpin oleh kepala regional (regional head) yang bertanggung jawab atas kelancaran operasional. Kepala regional ini juga memiliki kewenangan setara direksi, namun dengan aturan yang terbatas.
"Di regional ini juga akan ada senior manager yang akan bantu regional head untuk selesaikan permasalahan operasional jika ada. Hal-hal di luar kewenangan head regional, akan dinaikkan ke surviving akan ditangani Direktur Pengelola PT Pelindo," ujarnya.