Kumparan Logo

Ini Hitungan Jika Gaji Rp 10 Juta Ingin Punya Rumah dengan Cara KPR

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Keputusan Bank Indonesia menaikkan lagi suku bunga acuannya menjadi 4,75 persen dinilai akan berdampak pada sektor properti, karena akan mengerek kenaikkan bunga KPR di perbankan.

Bagaimana perhitungan membeli rumah dengan cara KPR di tengah tren kenaikan suku bunga? Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, memberikan hitung-hitungannya.

Cicilan KPR Maksimal 30 Persen Pengeluaran

Andy menjelaskan, jika penghasilan adalah Rp 10 juta per bulan, maka batas maksimal cicilannya tidak melebihi 30 persen dari penghasilan atau Rp 3 juta per bulan.

Angka 30 persen dari penghasilan itu merupakan rumus yang paling moderat dalam kalkulator utang. Jadi, jika ingin mengambil KPR dengan penghasilan seperti itu dan hidup di Ibu Kota dengan biaya mahal, maka tidak boleh ada cicilan lain agar keuangan tetap sehat.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk mencari rumah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi finansial ekonomi masing-masing.

"Kalau kita BI checking (SLIK), total cicilan kita yang ke-detect di BI hanya boleh 30 persen dari pendapatan. Jadi misalkan kita punya cicilan kendaraan, itu juga masuk dalam hitungan," jelas Andy.

Manfaatkan Tawaran Promo Selama Sektor Properti Turun

Andy Nugroho mengatakan bahwa beragam promo disajikan untuk masyarakat imbas lesunya sektor properti. Menurut dia, jika hunian sudah sesuai dengan keinginan, maka ia menyarankan untuk segera mengambil KPR. Sebab harga rumah akan semakin naik..

"Pasar rumah dan properti investasi sekarang cenderung lesu, makanya banyak developer yang menawarkan banyak promo. Ini waktu yang tepat untuk beli properti, lagi banyak promo. Kalau ditunda, akan sulit lagi mencari rumah yang cocok," katanya.

Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Segera Ambil KPR Sebelum Bank Memperketat Permintaan KPR

Ekonom INDEF, Eko Listianto, mengatakan kenaikan BI akan mempengaruhi proses permintaan KPR. Salah satunya adalah pinjaman yang lebih selektif dari permintaan bank.

"Tentunya peminjaman akan lebih selektif dari banknya. Awalnya saja sudah selektif dari yang angka kreditnya baik, sekarang pasti lebih ketat lagi dalam mengabulkan permintaan KPR," kata Eko kepada kumparan.

Selain permintaan yang lebih selektif, Eko juga menyebutkan bahwa biaya beli rumah sudah meningkat. Beberapa bank sudah memberikan sinyal kuat bahwa kenaikan suku bunga BI akan mempengaruhi suku bunga kredit.