kumparan
4 Oktober 2018 14:28

Investasi Hulu Migas Baru USD 7,9 Miliar, 56 Persen dari Target

Ilustrasi kilang minyak (Foto: Reuters/Todd Korol)
Per 30 September 2018, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat bahwa investasi hulu migas baru mencapai USD 7,9 miliar atau 56 persen dari target sebesar USD 14,2 miliar.
ADVERTISEMENT
Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi memperkirakan bahwa hingga akhir tahun ini investasi hulu migas hanya mencapai 79 persen dari target.
"Outlook akhir tahun 2018 USD 11,2 miliar atau 79 persen dari target. Namun outlook belum termasuk KKKS Eksplorasi," ujar Amien dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (4/10).
Target lifting migas dalam APBN 2018 sebesar 2 juta juta barel setara minyak per hari (BOEPD) juga diprediksi tak tercapai. Hingga kuartal III 2018 ini, lifting migas 1,919 juta BOEPD atau 96 persen dari target.
Lifting migas 1,919 juta BOEPD itu terdiri dari lifting minyak 774 ribu barel per hari (BOPD) dan lifting gas bumi 1,145 juta BOEPD.
SKK Migas memperkirakan lifting minyak hingga akhir tahun ini hanya 776 ribu BOPD dan lifting gas bumi 1,131 BOEPD sehingga lifting migas 1,907 BOEPD atau 95 persen dari target.
Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi memberikan sambutan usai penandatanganan MoU antara SKK Migas, BPH Migas dengan Polri di Mabes Polri. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Sementara pengembalian biaya operasi (cost recovery) per kuartal III 2018 mencapai USD 8,7 miliar atau 87 persen dari target APBN 2018 yang sebesar USD 10,1 miliar.
ADVERTISEMENT
"Outlook akhir 2018 USD 11,7 miliar, 118 persen dari target," ucap Amien.
Adapun penerimaan negara dari hulu migas per 30 September 2018 sudah USD 11,8 miliar atau 99 persen dari target APBN 2018 yang sebesar USD 11,9 miliar.
"Outlook penerimaan negara dari hulu migas sampai akhir tahun 2018 sebesar USD 16,1 miliar atau 135 persen dari target," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan