kumparan
3 Desember 2019 12:16

Investigasi Brompton dan Harley Selundupan di Garuda Selesai Lusa

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi
Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan adanya 18 kotak barang selundupan yang dibawa pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia dari Perancis.
ADVERTISEMENT
Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengetahui tujuan barang tersebut dikirimkan ke Indonesia beserta dokumen pembeliannya.
Adapun 18 kotak selundupan yang ditemukan itu terdiri dari 15 kotak yang berisi spare part motor Harley Davidson bekas, dan 3 sisanya merupakan unit sepeda lipat baru merek Brompton.
"Lagi dilakukan investigasi mendalam. Penjelasan lengkap oleh pimpinan," katanya saat ditemui di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (3/11).
Dia menambahkan, proses investigasi akan berlangsung selama dua hari. Namun Heru enggan menjelaskan lebih lanjut sebelum proses investigasi selesai. Pun hasilnya nanti akan disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Investigasi 1-2 hari lagi, bersama pihak-pihak terkait. No comment dulu, nanti sama Bu Menteri," tegas Heru.
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal FIrdaus/kumparan
Sebelumnya, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai Deni Surjantoro menegaskan, 18 kota itu milik penumpang VIP yang ikut dalam pendaratan pertama Airbus baru Garuda tersebut.
ADVERTISEMENT
"Itu punya penumpang VIP on Board. Bisa manajerial, manajemen, itu kan pesawat baru. Bukan penumpang biasa," ujarnya kepada kumparan.
Deni menjelaskan, pemeriksaan itu dilakukan sejak 17 Nove‎mber 2019. Menurut dia, sepeda baru itu bisa masuk ke wilayah Indonesia dengan catatan menyelesaikan kepabeanannya. Sedangkan komponen bekas Harley Davidson tak boleh dibawa penumpang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan