Izin Prakarsa Terbit, Pemisahan Inalum Operating Bakal Rampung Oktober 2022

20 September 2022 20:34
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pabrik Asahan Alumunium, Inalum Foto: Michael Agustinus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik Asahan Alumunium, Inalum Foto: Michael Agustinus/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemisahan atau split-off antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai induk Holding BUMN Pertambangan MIND ID menjadi Inalum Operating ditargetkan rampung di Oktober 2022.
ADVERTISEMENT
Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan, mengungkapkan progres terbaru yaitu rampungnya izin prakarsa split-off tersebut, sehingga MIND ID menjadi induk holding dengan nama PT Industri Pertambangan Indonesia.
"Split-off ini sudah keluar izin prakarsa, kemudian ada juga surat persetujuan dari Ibu Menkeu sudah ada di sekarang di Setneg, sehingga kita akan melakukan percepatan terhadap split-off Inalum dan MIND ID," jelasnya saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (20/9).
Dany menjelaskan, proses penyelesaian split-off tersebut tinggal menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP), yang dia targetkan bakal rampung di Oktober 2022 ini. Karena itu, proses ini menurutnya masih sesuai dari target awal di kuartal III 2022 dan tidak ada kendala yang menghambat selama proses berjalan. Dia berkata, seluruh kementerian dan lembaga sangat mendukung split-off tersebut.
ADVERTISEMENT
"Sekarang lagi nunggu PP-nya, kita harap Oktober ini sudah selesai. Kan lagi proses, mudah-mudahan di Oktober ini sudah selesai semua. Masih on the track rampung di kuartal III," ungkap Dany.

Jadwal IPO Belum Pasti

Dany menjelaskan, Inalum Operating setelah split-off akan menjadi lebih lincah dalam melakukan berbagai aksi korporasi, termasuk Initial Public Offering (IPO). Namun, dia tidak bisa membeberkan targetnya, hanya memastikan IPO tidak akan dilaksanakan di tahun ini.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Split-off akan menjadikan PT Inalum fokus membesarkan industri aluminium, kemudian memperkuat pangsa pasarnya memperkuat rantai pasok dan supply chain-nya, termasuk memperkuat kemandirian bahan baku," jelasnya.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Inalum (Persero) Dany Amrul Ichdan.  Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Inalum (Persero) Dany Amrul Ichdan. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Salah satunya dengan pembangunan Smelter Grade alumina Refinery (SGAR) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar). Dia menuturkan, saat ini kapasitas produksi Inalum sebesar 250 ribu ton, akan ditingkatkan menjadi 1 juta ton per tahun.
ADVERTISEMENT
"Sehingga kita bisa memenuhi pasar ekspor, pasar dalam negeri juga, jadi PT Inalum akan lebih lincah untuk menjadi korporasi penghasil aluminium yang terbesar di Asia Tenggara bahkan nanti bisa terbesar di dunia," terang Dany.
Sebelumnya, Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso memastikan pemisahan PT Inalum dari induk holding menjadi Inalum Operating rampung di kuartal III 2022.
"Insya Allah split-off dari Inalum Operating akan berjalan tahun ini. Kita baru mendapat sinyal bahwa izin prakarsa sudah disetujui oleh pemerintah," kata Hendi saat rapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (25/5).
Hendi membeberkan, setelah mendapat restu pemerintah, pemisahan Inalum Operating akan dilakukan di kuartal III atau kuartal IV tahun 2022 ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020