Bisnis
·
15 September 2021 16:36
·
waktu baca 2 menit

Jadi Mitra Bukalapak, Pemilik Warung Tak Perlu Nyatat Utang Pakai Bungkus Rokok

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jadi Mitra Bukalapak, Pemilik Warung Tak Perlu Nyatat Utang Pakai Bungkus Rokok (643380)
searchPerbesar
Logo Bukalapak. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, mengakui digitalisasi baik bagi UMKM maupun masyarakat secara umum harus dilakukan. Namun, ia mengungkapkan tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat yang belum nyaman bertransaksi online.
ADVERTISEMENT
“Dan masih banyak yang belum punya uang digital. Jadi berbelanja online harus punya uang digital, rekening bank, kartu kredit atau e-wallet, dan belum semua orang punya,” kata Rachmat saat RDPU dengan Komisi VI DPR, Rabu (15/9).
Untuk itu, Rachmat menganggap harus ada jembatan yang dibuat antara online dan offline. Menurutnya, segmen UMKM yang perlu dibantu selain yang sudah bisa berjualan secara online adalah warung tradisional.
“Jadi warung-warung tradisional ini kita lihat memang cukup tertinggal selama ini oleh retailer modern. Sehingga kita juga Bukalapak menciptakan aplikasi yang kita sebut Mitra Bukalapak dengan tujuan membuat warung-warung ini bisa menjadi retailer modern,” ujar Rachmat.
Rachmat menjelaskan aplikasi ini membuat warung yang menjadi mitra bisa menjual barang atau layanan digital seperti beli token listrik, beli pulsa, hingga bayar tagihan e-commerce. Bisa juga memesan barang kelontong dan diantar setelahnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada tambahan layanan untuk kirim uang. Sehingga berdampak juga ke inklusi keuangan. Rachmat mengatakan yang tidak kalah penting adalah bisa mencatat utang dengan baik.
“Kita buatkan aplikasi supaya teman-teman ini juga bisa mencatat utang, karena di warung biasanya mencatat utang pakai bungkus rokok, kalau bungkusnya ilang ya piutangnya juga ilang gitu, jadi supaya mereka disiplin mencatat,” ungkap Rachmat.
Rachmat merasa apa yang dilakukan Bukalapak tersebut bisa juga membantu pelaku UMKM khususnya warung bisa mendapatkan akses permodalan dari bank. Sebab, kata Rachmat, pembukuan warung bisa dipertanggungjawabkan.
“Karena kalau mereka UMKM datang ke bank sistem pembukuannya tidak dipercaya, tapi kalau dari kami-kami di e-commerce kita tunjukkan transaksi seperti apa mereka bisa mendapatkan modal kerja,” tutur Rachmat.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white