Jadi Penyumbang Terbesar, Rumah Tangga Bisa Ikut Kontribusi Turunkan Emisi RI

28 November 2023 17:57 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu rumah tangga. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu rumah tangga. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Semua pihak bisa berpartisipasi dalam mencapai netralitas karbon. Konteksnya ada pada teknologi mana yang paling mudah diadopsi, reliable dan telah teruji.
ADVERTISEMENT
Tak terkecuali sektor rumah tangga yang sering kali lupa akan dampaknya ke emisi karbon. Apalagi penggunaan peralatan rumah tangga dapat menjadi sumber emisi karbon yang tinggi dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Berdasarkan data tahun 2021 oleh Institute for Essential Service Reform (IESR), sektor rumah tangga di Indonesia menyumbang 3,8 persen karbon CO2 langsung, serta 20,7 persen karbon CO2 tidak langsung. Akumulasi jumlah emisi yang dihasilkan adalah 0,58 persen ton CO2/kapita, di mana jumlah tersebut jauh dari rata-rata angka dari aksi iklim menuju net zero.
Salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi emisi karbon harian adalah dengan cara mengadopsi gaya hidup berkelanjutan. Termasuk memilih produk yang ramah lingkungan, menghemat energi dengan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan, dan mulai beralih ke sumber energi bersih merupakan bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang perlu lebih banyak diadopsi oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
“Setiap individu bertanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi. Mengubah kebiasaan yang lebih ramah listrik dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang rendah emisi dan lebih efisien. Penerapan smart & sustainable living merupakan kunci yang memungkinkan masa depan yang nol bersih dari emisi karbon. Teknologi digital dikombinasikan dengan elektrifikasi dapat mengubah hunian menjadi lebih tangguh, lebih hemat energi, lebih personal dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup penghuninya,” ucap Roberto Rossi, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.
ilustrasi Electrecity. dok. Schneider Electric
Penting untuk diketahui bahwa ternyata konsumsi energi listrik untuk rumah tangga menjadi yang terbesar di Indonesia. Merujuk data 2022 yang dirilis Kementerian ESDM, sektor rumah tangga menyumbang 71,36 juta BOE dari total 183,41 juta BOE atau sebesar 38,9 persen, yang selanjutnya diikuti oleh sektor industri 69,62 juta BOE.
ADVERTISEMENT
Sementara pembangkit listrik yang ada saat ini mayoritas masih menggunakan sumber energi fosil yang menyumbang gas rumah kaca. Upaya pemerintah untuk mengembangkan pembangkit listrik energi terbarukan perlu juga didukung oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih efisien dalam penggunaan energinya, dan kesadaran untuk turut mendukung penggunaan teknologi energi bersih, seperti contohnya pemanfaatan solar home system dan Solar PV Rooftop untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah
Berbagai teknologi energi bersih untuk penggunaan di rumah telah tersedia saat ini. Teknologi smart home juga semakin canggih. Pemilik rumah tidak hanya dimanjakan dengan kenyamanan dan kemudahan mengakses perangkat rumah tangga, namun juga disajikan data yang akurat atas pemakaian energinya sehingga pemilik rumah dapat melakukan tindakan penghematan.
Casa Avana. Foto: Schneider Electric
Salah satu teknologi smart home yang tersedia saat ini di pasaran adalah WISER Wireless Smart Home keluaran Schneider Electric. Solusi smart home ini diyakini dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi energi. Setiap detail dalam aktivitas rumah, termasuk penyesuaian lingkungan, kontrol pencahayaan, manajemen efisiensi energi, keselamatan pribadi, keamanan rumah; dapat dioperasikan melalui aplikasi telepon genggam, bahkan ribuan mil jauhnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Schneider Electric juga memiliki solusi Homaya solar home system dan Mobiya solar lantern yang dapat digunakan di rumah.
Schneider Electric Homaya Hybrid 1500VA merupakan produk inverter yang dapat mengonversi daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya menjadi listrik yang kemudian dapat digunakan secara langsung (on-grid) maupun disimpan ke dalam baterai untuk digunakan kemudian (off-grid) atau sebagai listrik cadangan yang dapat digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan, misalnya ketika terjadi pemadaman listrik.
Homaya dapat menjadi solusi yang mudah dipasang, kompatibel dengan berbagai tipe panel surya dan baterai, serta efektif secara biaya sehingga cocok bagi individu atau keluarga yang ingin memulai transisi menuju sumber daya listrik yang lebih ramah lingkungan di rumah. Homaya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah maupun lokasi usaha.
Foto Ilustrasi smart home. dok, Schneider Electric
Selain itu ada Schneider Electric Mobiya merupakan produk lampu portable yang dilengkapi dengan panel surya untuk pengisian daya. Lampu ini bersifat mandiri secara energi atau autonomous karena dilengkapi dengan panel surya yang digunakan untuk pengisian daya listrik.
ADVERTISEMENT
“Terlepas dari teknologi telah tersedia, kesadaran tiap individu untuk meningkatkan usahanya dalam menjaga keberlanjutan bumi juga perlu terus digalakkan. Melalui inisiatif Green Heroes for Life, kami ingin memperluas wawasan masyarakat akan pengelolaan energi dan gaya hidup ramah listrik, serta mengajak tiap individu untuk menjadi Impact Makers dengan cara yang paling sederhana untuk dilakukan oleh dirinya sendiri. Kami menyediakan platform yang berisi beragam informasi terkait sustainability & efisiensi dalam pengelolaan energi dan otomasi yang dapat menambah wawasan kita. Melalui platform Sustainability School, Kami juga menyediakan pelatihan yang terbuka untuk siapa pun yang memiliki ketertarikan untuk meningkatkan wawasannya mengenai topik-topik keberlanjutan,” pungkas Rossi.