Jelang Puasa Cabai dan Bawang Mahal, Harga Tahu Tempe Bisa Naik Lagi

6 Maret 2022 9:07
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jelang Puasa Cabai dan Bawang Mahal, Harga Tahu Tempe Bisa Naik Lagi (226655)
zoom-in-whitePerbesar
Cabai rawit merah. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Menjelang bulan puasa, harga bahan pokok dilaporkan naik. Kenaikan harga sejauh ini diketahui mulai dari bawang merah, cabai merah kriting, cabai merah besar, hingga cabai rawit.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada kemungkinan harga tahu dan tempe bakal kembali naik lagi. Sebab, sejauh ini harga kedelai masih belum turun.
Berikut ini rangkuman selengkapnya mengenai informasi kenaikan harga tersebut:

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Merah Naik 20 Persen, Cabai Loncat 40 Persen

Sebulan menjelang Bulan Suci Ramadhan, beberapa komoditas pangan terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, kenaikan harga yang signifikan ini terjadi pada bawang merah, cabai merah kriting, cabai merah besar hingga cabai rawit.
“Bawang merah naik hampir 20 persen menjadi Rp 37.000 per kg, cabai merah kriting naik 45 persen jadi Rp 50.500 per kg, cabai merah besar naik 38 persen menjadi Rp 47.300 per kg dan cabai rawit naik 43 persen,” ujar Oke dalam Polemik Trijaya Qou Vadis Sembako Nasional, Sabtu (5/3).
ADVERTISEMENT
Menurut Oke, kenaikan harga pada bawang merah diperkirakan sifatnya hanya sementara. Sebab harga naik akibat tanaman di sentra produksi banyak yang rusak karena curah hujan tinggi saat masa panen. Hal ini membuat produksi bawang merah turun sekitar 50 persen menjadi hanya 4 ton per hektar. “Ini menyebabkan harga bawang merah di atas harga acuan pemerintah yaitu Rp 32.000 per kg,” ujarnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kedelai Masih Mahal, Kemendag Sebut Harga Tahu Tempe Bisa Naik Lagi
Jelang Puasa Cabai dan Bawang Mahal, Harga Tahu Tempe Bisa Naik Lagi (226656)
zoom-in-whitePerbesar
Perajin tempe memasukkan kedelai ke dalam cetakan tempe di tempat produksi tempe di kawasan Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/1/2021). Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan harga kedelai saat ini masih relatif tinggi, ada kemungkinan masih akan terus naik.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan saat ini harga kedelai menyentuh Rp 11.300-11.500 per kg di tingkat pengrajin. Harga ini disinyalir masih akan naik hingga mencapai Rp 12.000 per kg.
ADVERTISEMENT
“Harga kedelai naik 7,5 persen menjadi Rp 11.500 di perajin dan eceran di atas Rp 13.000. (Harga di tingkat pengrajin) nanti menyentuh Rp 12.000 itu akan terjadi,” ujar Oke dalam Polemik Trijaya Qou Vadis Sembako Nasional, Sabtu (5/3).
Menurut Oke, kenaikan harga kedelai yang tinggi disebabkan oleh kenaikan harga kedelai dunia. Hal ini terjadi akibat turunnya produksi kedelai di negara-negara Amerika Selatan. Di sisi lain, Amerika saat ini juga mengalami peningkatan biaya produksi akibat meningkatnya inflasi dan adanya batasan pergerakan akibat pandemi.
Harga kedelai di dunia ini sangat berpengaruh sebab Indonesia masih ketergantungan dengan kedelai impor. Bahkan sebagian besar kebutuhan kedelai nasional dipenuhi dari importasi.