Jokowi: 800 Juta Orang Terancam Kekurangan Pangan dan Kelaparan

11 Agustus 2022 12:20
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden Joko Widodo pimpin rapat terbatas pengelolaan produk turunan kelapa sawit di Istana Merdeka, Jakarta (18/7/2022). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo pimpin rapat terbatas pengelolaan produk turunan kelapa sawit di Istana Merdeka, Jakarta (18/7/2022). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi bahwa akan ada ratusan juta orang yang mengalami kelaparan dan kekurangan pangan. Sebab, saat ini dunia tengah dilanda krisis pangan.
ADVERTISEMENT
Menurut Jokowi, prediksi tersebut dapat lebih buruk dari proyeksi sebelumnya yang menyatakan 330 juta orang terancam kelaparan dan kekurangan makanan secara akut.
"300 juta lebih orang sekarang ini ada pada kekurangan pangan akut dan kelaparan. Di beberapa negara sudah mulai dan diperkirakan kalau ini tidak ada solusi, bisa masuk ke 800 juta orang akan kekurangan pangan dan kelaparan," ujar Jokowi di Boyolali, Kamis (11/8).
Untuk itu, Jokowi meminta agar lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat diaktifkan agar bisa berproduksi kembali. Ia menilai bahwa komoditas cabai dapat ditanam masyarakat di rumah sendiri dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Di polybag atau di pekarangannya, sehingga tidak ada yang namanya kita ini kekurangan cabai atau harga cabai naik drastis," lanjut Jokowi.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya untuk mengerjakan hal tersebut dengan kembali menanam di lahan yang tidak produktif. Adapun kelapa genjah yang baru bisa dipanen sekitar 2-2,5 tahun.
"Setahun bisa produksi, satu pohon bisa 180 buah yang itu bisa dibuat gula semut, bisa dibuat minyak kelapa yang juga bisa dijual buahnya untuk minuman segar," ungkap Jokowi.
Lebih lanjut, penanaman sekitar 1 juta kelapa genjah akan terus dilakukan di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Tidak hanya itu, Jokowi berencana akan membagi bibit jagung dan cabai.
"Di Solo Raya, di Boyolali kita bagi 46 ribu, di Karanganyar kita bagi 44 ribu dan di Sukoharjo 110 ribu kelapa genjah," tandas Jokowi.