Jokowi Bertemu Presiden Vietnam, Sepakati Investasi dan Target Dagang Rp 234 T

22 Desember 2022 12:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc berjalan menuju veranda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc berjalan menuju veranda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Presiden Jokowi telah selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vietnam Nguyễn Xuân Phúc di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12).
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan tersebut kedua Kepala Negara sepakat beberapa hal yang berkaitan dengan ekonomi. Salah satu yang disepakati antara lain, Jokowi meminta melindungi para pengusaha Indonesia yang berinvestasi di Vietnam.
"Perlunya perlindungan investasi Indonesia di Vietnam. Saya mengapresiasi kepercayaan pemerintah Vietnam kepada perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Vietnam," kata Jokowi, Kamis (22/12).
Jokowi mengatakan, angka investasi Indonesia telah melebihi 500 juta dolar AS. Ia berharap masalah yang dialami pengusaha Indonesia bisa diselesaikan pemerintah Vietnam agar mendorong kerja sama lanjutan di masa depan.
"Akumulasi investasi indonesia di vietnam mencapai lebih dari 600 juta dolar AS dalam 101 proyek. Saya mengharapkan penyelesaian beberapa isu yang dialami investor Indonesia yang akan mendorong investasi baru di masa mendatang," ungkap Jokowi.
ADVERTISEMENT

Target Baru Perdagangan Indonesia-Vietnam Rp 233,92 Triliun

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berbincang dengan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc di veranda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Selain soal investasi, pemerintah juga menyepakati beberapa hal. Pertama, pemerintah memasang target baru perdagangan di angka 15 miliar dolar AS atau setara Rp 233,92 triliun (asumsi kurs Rp 15.595 per dolar AS) hingga 2028.
Jokowi mengatakan, pemasangan target ini adalah target lanjutan setelah target transaksi 10 miliar USD telah terpenuhi di tahun 2021. Ia melaporkan bahwa angka transaksi Indonesia sudah mencapai 11,06 miliar USD dalam 5 tahun terakhir dengan tingkat peningkatan perdagangan mencapai 9,77 persen.

Kerja Sama Energi Bersih

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc (kiri) di veranda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Kemudian, pemerintah juga meningkatkan kerja sama di bidang energi bersih dan energi baru dan terbarukan. Pemerintah menjalin kerja sama dalam sejumlah kerja sama seperti pengembangan pembangkit listrik tenaga matahari, hidrogen maupun smart grid.
Ia pun mengapresiasi sikap Vietnam yang mau berkolaborasi dengan BUMN dan perusahaan swasta seperti pemasaran motor Gesit hingga pembuatan baterai dan pembelian komponen bus listrik.
ADVERTISEMENT
Jokowi juga mendorong agar ada peningkatan konektivitas kedua negara. Ia ingin agar lalu lintas barang dan wisatawan kembali normal seperti rute penerbangan Danang ke Denpasar dan Ho Chi Minh -Jakarta, maupun penambahan rute penerbangan Jakarta-Ho Chi Minh City.
"Kita harus segera mengembalikan arus lalu lintas barang dan wisatawan seperti masa pra pandemi. rute penerbangan langsung antar pusat, pusat bisnis dan pariwisata kedua negara harus direvitalisasi," Beber Jokowi.

Garis Batas ZEE Disepakati

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc melambaikan tangan di veranda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Lebih jauh, Jokowi juga senang ada sejumlah kesepakatan yang disetujui. Pertama, Jokowi senang permasalahan batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) kedua negara berhasil diselesaikan.
"Setelah melakukan perundingan intensif selama 12 tahun, Indonesia dan Vietnam akhirnya dapat menyelesaikan perundingan mengenai garis batas ZEE kedua negara berdasarkan UNCLOS 1982," papar Jokowi.
ADVERTISEMENT
Jokowi mengaku ada beberapa MoU yang disepakati antara lain mou kerja sama energi dan sumber daya mineral, kerja sama penanggulangan terorisme, dan kerja sama pemberantasan perdagangan ilegal narkotika.
“Saya berharap kerja sama perikanan dan pemberantasan ilegal fishing dapat diperkuat melalui percepatan finalisasi mou kerja sama kelautan dan perikanan," Sebut Jokowi.
Terakhir, Jokowi menjabarkan ada pembahasan soal isu kawasan. Ia memastikan bahwa keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023 akan memfokuskan peran sentral ASEAN dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan dan peran sentral ASEAN untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
"Saya menghargai dukungan Vietnam terhadap keketuaan Indonesia di ASEAN," Tandas Jokowi.