Bisnis
·
23 November 2020 7:07

Jokowi Bicara Soal UU Cipta Kerja di KTT G20

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jokowi Bicara Soal UU Cipta Kerja di KTT G20 (14091)
Presiden Jokowi Hadiri KTT G20 Tahun 2020 secara Virtual. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi menyampaikan soal UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR dan pemerintah kepada peserta Konferensi Tingkat Tinggi G20 Sesi II secara virtual.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang mendampingi presiden dalam pertemuan virtual KTT G20 tersebut di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu malam (22/11).
Menurut Retno, Presiden Jokowi menyampaikan UU Cipta Kerja memberikan kepastian terkait persyaratan izin lingkungan, analisis dampak lingkungan, dan pembentukan dana rehabilitasi lingkungan.
"Undang-Undang Omnibus Law ini juga memberikan perlindungan bagi hutan tropis sebagai benteng pertahanan terhadap perubahan iklim," kata Menlu mengutip Presiden Jokowi yang dirilis dalam laman Setkab.
Selain itu, dalam pidatonya Presiden Jokowi menyampaikan Indonesia juga ingin melakukan transformasi yang besar menuju ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan.
"Sudah menjadi komitmen Indonesia untuk menuju ekonomi lebih hijau dan berkelanjutan. Geliat pemulihan ekonomi tidak lagi mengabaikan perlindungan terhadap lingkungan," kutip Menlu.
ADVERTISEMENT
Mengutip World Economic Forum (WEF), Presiden mengatakan potensi ekonomi hijau sangat besar, dengan peluang bisnis mencapai nilai USD 10,1 triliun dan dapat menciptakan 395 juta lapangan pekerjaan baru hingga tahun 2030.
"Indonesia telah melakukan berbagai terobosan, antara lain dengan memanfaatkan biodiesel B30, akan melakukan uji coba green diesel D100 dari bahan kelapa sawit yang akan menyerap 1 juta ton sawit produksi petani, dan juga melakukan pemasangan ratusan ribu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTs) Atap di sektor rumah tangga," kutip Menlu.
Jokowi Bicara Soal UU Cipta Kerja di KTT G20 (14092)
Presiden Jokowi hadiri KTT G20 Tahun 2020 secara virtual. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Di bagian akhir pernyataannya, Presiden menyampaikan pemulihan bersama secara lebih kuat memerlukan visi, aksi, dan transformasi yang besar.
"Recovering together and stronger memerlukan visi, aksi, dan transformasi yang besar. Inilah yang harus dilakukan oleh negara G20 untuk membangun ekonomi dunia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan. An inclusive, sustainable, and resilient future," kutip Menlu.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan KTT G20 hari kedua ini dibahas upaya penciptaan masa depan yang lebih baik, termasuk upaya pengentasan kemiskinan, kesenjangan, anti korupsi, pemberdayaan perempuan dan pemuda, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi digital.
Selain itu dibahas juga mengenai pengendalian perubahan iklim dan kerja sama internasional mengenai lingkungan, terumbu karang, degradasi lahan, ketahanan pangan, dan air.