kumparan
6 November 2019 18:26

Jokowi Marah Cangkul Masih Impor, Kemenperin Janji Genjot Produksi

Cangkul merupakan alat untuk menggali Foto: pixabay.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat dibuat marah karena Indonesia masih rutin mengimpor cangkul. Seharusnya cangkul bisa sepenuhnya diproduksi di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Marahnya Jokowi bikin Kementerian Perindustrian tersentak. Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih menargetkan akan segera menyetop impor cangkul. Sebab, IKM lokal saat ini bisa memproduksi sebanyak 1,5 juta unit. Dan, masih sanggup produksi sampai 5 juta unit per tahun.
“Sekarang kalau mau ditutup benar-benar, sekarang kapasitasnya kalau sekitar 1,5 juta unit per tahun. Misalnya kapasitasnya misalnya pasar 4 juta sanggup, mau 5 juta sanggup,” ucap Gati saat dihubungi kumparan, Rabu (6/11).
Petugas Oil Spill Combat Team (OSCT) menggunakan baju Tyvex, helmet, sarung tangan dan membawa cangkul saat membersihkan tumpahan minyak (Oil Spill) di Pesisir Pantai Sedari, Karawang. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Ia mengungkap, pihaknya saat ini sebetulnya sedang menggalakkan pembuatan bahan baku cangkul. Salah satunya melalui PT Indo Baja di Jawa Timur.
“Jadi Indo Baja nanti bikin cangkul sampai (TKDN) 75 persen, kemudian kerja sama koperasi di Jatim. Ada dua, di Sidoarjo sama di Probolinggo,” kata dia.
ADVERTISEMENT
Hal yang paling penting menurutnya ialah penciptaan pasar untuk mengakomodir produk lokal. Termasuk kebijakan-kebijakan mendukung industri lokal agar kualitas dan harga makin bersaing.
“Benar pak presiden, tutup benar-benar impor, enggak main-main, siapa yang memberikan izin sampai ada impor masuk, karena kita udah jelas merek yang beredar dalam negeri seperti apa juga udah jelas, nah saya sekarang untuk standar nasional Indonesia kita lagi revisi, kita mau perbaiki,” ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan