kumparan
12 Oktober 2018 9:20

Jokowi: Masalah Membayangi Ekonomi Dunia, The Winter is Coming

Jokowi, joko widodo, IMF
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Annual Meetings IMF dan World Bank Group Plenary Session di BNDCC, Bali. (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Dunia pernah mengalami krisis ekonomi global pada 2008 lalu. Saat itu, banyak ketahanan ekonomi negara di dunia tumbang.
ADVERTISEMENT
Sepuluh tahun berlalu, Presiden Joko Widodo meminta para petinggi negara lain untuk tetap waspada. Pasalnya, ekonomi dunia saat ini juga tengah bergejolak.
"10 tahun berlalu, kita harus tetap waspada terhadap meningkatnya ketidakpastian global seperti yang disampaikan Ms Christine Lagarde tentang masalah yang membayangi ekonomi dunia," kata dia dalam opening remarks Annual Meeting IMF-World Bank Group Plenary Session di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).
Salah satu contohnya adalah kondisi ekonomi AS yang menikmati pertumbuhan pesat, tapi di banyak negara petumbuhan melemah dan tidak stabil. Masalah lain adalah perang dagang AS dan China.
Sembari menggambarkan permasalahan yang membayangi perekonomian dunia, Jokowi mengutip kata-kata dari serial Game of Thrones, 'the winter is coming'.
ADVERTISEMENT
"Juga perang dagang dan inovasi teknologi yang semakin marak dan banyak industri terguncang. Negara yang sedang tumbuh juga mengalami tekanan pasar yang besar. Dengan masalah perekonomian dunia, sudah cukup kita mengatakan winter is coming," kata dia.
Jokowi, joko widodo, IMF
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Annual Meetings IMF dan World Bank Group Plenary Session di BNDCC, Bali. (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Untuk 10 tahun lalu, tak lupa Jokowi mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin dunia keuangan yang mengambil keputusan tepat dalam menangani krisis global kala itu.
"Berkat langkah-langkah kebijakan moneter dan fiskal yang membutuhkan keberanian politik yang besar, Bapak Ibu pembuat kebijakan menyelematkan depresiasi global yang sudah di depan mata. Untuk itu kami sampaikan selamat atas kesukseskan mengatasi krisis financial global 2008," jelasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan