kumparan
Bisnis16 Agustus 2019 13:03

Jokowi: Persaingan Makin Ketat, Kita Butuh Kualitas SDM yang Tepat

Konten Redaksi kumparan
SIDANG TAHUNAN MPR DAN PIDATO KENEGARAAN
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam sidang tahunan RAPBN. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewaspadai situasi perekonomian global yang makin tidak pasti. Persaingan antar negara pun makin ketat.
ADVERTISEMENT
Untuk menghadapi itu, menurut Jokowi, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Jika SDM yang terbangun bagus, bisa bersaing di kancah global.
"Persaingan dunia yang semakin ketat dan disrupsi di berbagai bidang, membutuhkan kualitas SDM yang tepat. Kita butuh SDM yang berbudi pekerti luhur dan berkarakter kuat. Kita butuh SDM yang menguasai keterampilan dan menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan," kata dia dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).
Untuk melahirkan SDM yang tepat, pemerintah mendukung lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan melakukan pembenahan secara besar-besaran agar mampu menghadapi perubahan. Menurutnya, pendidikan harus berakar pada budaya bangsa, memperjuangkan kepentingan nasional dan tanggap terhadap perubahan dunia.
ADVERTISEMENT
"Biasa mandiri percaya diri gotong royong dan saling peduli harus kuat ditanamkan dalam pendidikan dasar kita. Mencari sumber belajar sendiri, berpikir kritis, dan tidak mudah terhasut, problem solving harus sudah tertanam kuat pada pendidikan menengah kita," ucapnya.
"Untuk tingkat pendidikan tinggi kita harus berani mencanangkan target tinggi bahwa SDM lulusan pendidikan tinggi kita harus kompetitif di tingkat regional dan global," ia mengimbuhkan.
Namun, untuk mencetak SDM yang pintar dan berbudi pekerti luhur harus didahului oleh SDM sehat dan kuat. Jokowi ingin bisa menurunkan angka stunting sehingga anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang premium.
"Kita perluas akses kesehatan dengan pemanfaatan teknologi dan pembangunan infrastruktur dasar ke seluruh pelosok tanah air. Kita tingkatkan kualitas kesehatan dengan pengembangan inovasi dan budaya hidup sehat," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan