Kumparan Logo

Jokowi: Potensi Ekonomi Hijau Sangat Besar di RI, Ada Cokelat, Kopi, Kelapa

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo berangkat kunjungan kerja ke Jawa Timur. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo berangkat kunjungan kerja ke Jawa Timur. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi bicara soal besarnya potensi ekonomi hijau di Indonesia. Ini disampaikan saat membuka Konferensi dan Pameran Kelapa Internasional (Cocotech) ke-51 Tahun 2024.

Menurut Jokowi, ekonomi hijau sangat berpotensi untuk dikembangkan karena banyaknya komoditas yang Indonesia punya.

"Ke depan ekonomi hijau merupakan peluang, merupakan potensi yang sangat besar bagi negara kita Indonesia," ujar Jokowi, Senin (22/7).

"Baik itu yang berkaitan dengan cokelat, kakao, vanili, kopi, lada, cengkeh dan yang lain-lainnya, dan yang terutama yang memiliki potensi besar adalah kelapa," sambung Jokowi.

Deretan Pohon Kelapa di Pantai Batu Kasah, Natuna Foto: Andari Novianti/kumparan

Jokowi menuturkan, untuk komoditas kelapa, luas lahan yang ada saat ini mencapai 3,8 juta hektar. Dengan produksi 2,8 juta ton per tahun.

"Kita nomor 2 di dunia dan yang berpotensi berproduksi besar itu adalah Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Riau. Ekspor kita juga bukan jumlah yang kecil USD 1,55 billion," ujar Jokowi.

Jokowi menilai produksi kelapa di Tanah Air masih bisa ditingkatkan. Hilirisasi untuk komoditas ini diperlukan buat menaikkan nilai tambah.

Jokowi juga menyinggung metode panen dan pemanfaatan teknologi. Ia ingin agar pohon kelapa yang dikembangkan yang bisa langsung dipetik atau yang tidak terlalu tinggi.

"Yang ketiga metode cara panen, kalau kita memiliki jutaan pohon kelapa, menyiapkan orang yang memiliki skill untuk memetik kelapa, kalau kelapanya 20 meter berapa juta pohon kelapa berarti berapa orang yang harus disiapkan untuk memetik kelapa itu," ujarnya.

"Jangan sampai kelapa sampe 20 meter, 30 meter. Kalau ada kelapa yang bisa langsung dipetik dari bawah akan lebih baik," sambungnya.