Jokowi Rapat Bahas Kesiapan KTT G20, Termasuk Isu Perang Rusia-Ukraina

3 Oktober 2022 15:27
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Suasana pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Rusia. Foto: kremlin.ru
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Rusia. Foto: kremlin.ru
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hasil rapat internal Presiden Jokowi dengan jajaran kabinet membahas persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.
ADVERTISEMENT
Airlangga menjelaskan rapat tersebut membahas baik dari sisi substansi maupun kesiapan penyelenggaraan agenda di Bali. Menurutnya, hampir seluruh working group telah menyelesaikan pembahasan substansi.
Meski begitu, masih pembahasan di jalur sherpa (sherpa meeting) yakni terkait dengan substansi ekonomi, kesehatan, dan keuangan. Nantinya, hasil pembahasan akan dikumpulkan dalam bentuk laporan akhir.
"Tadi disampaikan kepada Bapak Presiden, pada prinsipnya persetujuan mengenai format dan bentuk laporan akhir yang masih akan dibahas dalam empat putaran sous-sherpa di bidang kegiatan-kegiatan dari konten," ujar Airlangga dalam keterangan pers yang disiarkan virtual, Senin (3/10).
Rapat internal tadi juga membahas kesiapan KTT G20 di Bali. Kata dia, pemerintah berharap seluruh hasil pembahasan tersebut bisa dirangkum secara sederhana dalam 34 paragraf.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Airlangga memastikan jika rangkuman tersebut sudah mulai dipersiapkan. Namun, dia mengungkap masih ada pembahasan yang belum disepakati dengan negara maju, yakni mengenai kisruh perang Rusia dan Ukraina.
Airlangga Hartarto berbincang dengan Jokowi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Airlangga Hartarto berbincang dengan Jokowi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Memang beberapa negara terutama negara-negara maju masih mendorong agar masalah yang terkait dengan Ukraina bisa menjadi kesepakatan bersama, sementara kita ingin masuk dalam leaders declaration," ungkap Airlangga.
"Jadi dari segi teknis maupun format ini masih ada pembahasan-pembahasan yang harus didalami lagi," tambahnya.
Dia menambahkan, Jokowi akan meninjau langsung ke Bali untuk memastikan dan mengecek detail kesiapan pelaksanaan agenda KTT G20. Terlebih, ada serangkaian agenda internasional lain yang harus dihadiri oleh Indonesia.
"Kita ketahui dari agenda G20 itu adalah sangat berhimpitan dengan agenda ASEAN sebelumnya, agenda G20, dan agenda dari APEC, sehingga jadwal dari bulan November nanti akan sangat padat," pungkas Airlangga.
ADVERTISEMENT