Jokowi: Tanam Jagung di Mana Saja Tumbuh, Kenapa Masih Impor?

28 April 2022 12:03
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jokowi: Tanam Jagung di Mana Saja Tumbuh, Kenapa Masih Impor? (21483)
zoom-in-whitePerbesar
Pidato Presiden Joko Widodo untuk One Ocean Summit, Jumat (11/2/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mau mengurangi impor khususnya terkait barang dan jasa di pemerintah. Berbarengan dengan pengurangan impor, ia meminta kapasitas produksi nasional juga harus disiapkan dengan baik.
ADVERTISEMENT
Jokowi mengatakan kebijakan yang dibuat juga harus berpihak kepada industri substitusi impor yang memproduksi kebutuhan di dalam negeri. Ia heran jagung yang mudah ditanam di Indonesia masih impor. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus-menerus.
“Misalnya jagung masih impor, tanam jagung. Nanam jagung di mana pun tumbuh, kenapa masih impor? Kedelai kita juga masih impor, padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai, lakukan ini,” minta Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022, Kamis (28/4).
“Kemudian beri pendampingan UMKM sehingga bisa naik kelas untuk memenuhi standar-standar global, standar-standar internasional,” tambahnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Jokowi kembali menekankan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus terus ditingkatkan. Untuk itu, ia mengharapkan belanja barang modal dan jasa harus diarahkan ke pembelian produk-produk dalam negeri.
ADVERTISEMENT
“Saya ingatkan lagi potensi belanja barang dan modal dan jasa di pusat ini ada Rp 526 triliun, di daerah Rp 535 triliun, artinya total sudah Rp 1.062 triliun, plus BUMN Rp 420 triliun,” kata Jokowi.
Jokowi menegaskan potensi belanja tersebut sangat besar. Ia tidak mau besarnya anggaran tersebut malah dihabiskan untuk belanja-belanja barang atau jasa dari luar negeri. Ia meminta impor produk tersebut harus mulai ditinggalkan perlahan.
“Jangan sampai angka yang sangat besar sekali ini dibelanjakan untuk barang-barang impor. Sehingga produksi dalam negeri tidak berkembang, meningkat. Arahkan semuanya pembelian ke produk-produk dalam negeri. Hilangkan, kurangi sebanyak-banyaknya pembelian produk impor,” ujar Jokowi.