Kumparan Logo

Jokowi Tinjau LRT TMII dan Stasiun Harjamukti: Keretanya Tanpa Suara, Nyaman

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah rangkaian LRT saat akan melaksanakan uji coba lintasan LRT Jabodebek TMII-Cibubur di Stasiun LRT TMII, Jakarta. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah rangkaian LRT saat akan melaksanakan uji coba lintasan LRT Jabodebek TMII-Cibubur di Stasiun LRT TMII, Jakarta. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Presiden Jokowi meninjau pembangunan LRT di sejumlah titik, yakni di LRT Taman Mini Indonesia Indah dan Stasiun Harjamukti Cibubur, Jakarta, Rabu (9/6).

Dalam peninjauan tersebut, Jokowi ditemani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Mereka tampak menjajal LRT sembari berdiskusi di dalamnya.

"Tadi kita mencoba keretanya halus, nyaman, kecepatan juga baik dapat dikatakan tanpa suara, nyaman sekali," kata Jokowi.

Sejauh ini, perampungan pembangunan LRT di wilayah Jabodebek sudah mencapai 84 persen. Sehingga, dipastikan pada April 2022 sudah dilakukan uji coba dan Juni 2022 operasionalnya mulai dijalankan.

Presiden Jokowi meninjau Stasiun LRT TMII dan Stasiun Harjamukti Cibubur, Rabu (9/6). Foto: Youtube/Setpres
Presiden Jokowi meninjau Stasiun LRT TMII dan Stasiun Harjamukti Cibubur, Rabu (9/6). Foto: Youtube/Setpres

"Pagi hari ini saya berkunjung untuk melihat progres perkembangan pembangunan LRT Jabodebek sudah selesai kurang lebih 84 persen, 7 persen progres pembangunannya," ujarnya.

"Kami harapkan di bulan April di 2022 sudah mulai ditrial, diuji coba dan akan kita mulai untuk operasional juni 2022," tambahnya.

Jokowi kemudian menjelaskan alasan pembangunan LRT ini terus dikebut. Hal itu karena dia ingin ingin membangun transportasi massal yang terintegrasi.

"MRT, LRT, kereta bandara, Transjakarta semuanya terintegrasi sehingga terjadi efisiensi dan orang bepergian dari satu titik ke titik yang lain," jelasnya.

Dalam pembangunan LRT ini juga dikerjakan oleh PT Inka dan nantinya akan dioperasikan oleh PT KAI. "Semuanya dikerjakan di Indonesia. Termasuk pembangunan konstruksi oleh PT Adi Karya," ujarnya.

LRT yang ditumpangi Presiden Jokowi saat meninjau Stasiun LRT TMII dan Stasiun Harjamukti Cibubur, Rabu (9/6). Foto: Youtube/Setpres

Sekilas LRT Jabodetabek

Pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 terdiri dari beberapa lintasan. Rinciannya, pertama lintas pelayanan rute Cawang-Cibubur sepanjang 14,8 kilometer yang saat ini pembangunannya mencapai 93,8 persen.

Kedua, lintas pelayanan rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 11 kilometer, yang saat ini mencapai 84,3 persen. Ketiga lintas pelayanan rute Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,4 kilometer yang saat ini mencapai 90,9 persen.

Selain tiga lintasan tersebut, saat ini juga tengah dibangun Depo LRT Jabodebek berlokasi di Bekasi Timur. Pembangunannya telah mencapai 44,1 persen.

LRT Jabodebek nantinya akan memiliki 18 titik stasiun pemberhentian. Dalam kondisi normal, satu rangkaian LRT dapat mengangkut 740 orang penumpang.

Dalam kondisi padat dapat mengangkut 1.308 orang penumpang. Kecepatan maksimalnya dapat mencapai 80 kilometer per jam.

Beberapa keunggulan LRT antara lain, waktu tempuh bisa lebih cepat dibandingkan kendaraan pribadi atau bus. LRT dapat menempuh rute Bekasi Timur hingga Dukuh Atas dalam waktu 45 menit. Sedangkan dari Cibubur hingga Dukuh Atas waktu tempuh hanya 39 menit.