Bisnis9 Juli 2020 18:02

Jutaan Pekerja Industri Daur Ulang Terancam PHK Jika Sampah Impor Diperketat

Konten Redaksi kumparan
Jutaan Pekerja Industri Daur Ulang Terancam PHK Jika Sampah Impor Diperketat (761514)
com-Ilustrasi tumpukan sampah daur ulang. Foto: Shutterstock
Industri daur ulang hingga saat ini masih menggantungkan bahan baku dari sampah impor. Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin, Muhammad Khayyam, mengatakan bahan baku dari limbah dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan produksi industri tersebut.
ADVERTISEMENT
Atas dasar tingginya ketergantungan terhadap bahan baku limbah non B3 dari luar negeri itu, ia menilai usulan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperketat aturan menjadi 0 persen, belum bisa diterapkan.
Saat ini, aturan yang diberlakukan yakni memberikan toleransi kandungan material ikutan pada limbah non-B3 itu ditetapkan 2 persen.
Ia menjelaskan, jika aturan itu diperketat lagi, jutaan tenaga kerja di puluhan industri yang ada saat ini bakal terancam kehilangan terkena PHK. Mereka yakni pekerja di sektor industri daur ulang plastik, kertas daur ulang, industri tekstil, hingga daur ulang besi baja.
"Apabila impor bahan baku daur diatur berdasarkan usulan KLHK yaitu 0 persen, kendala yang kami hadapi pertama bahan baku plastik terdapat 60 industri. Potensi PHK terhadap 20.000 tenaga kerja dan tenaga kerja tidak langsung 3,36 juta," jelas Khayyam dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR, Kamis (9/7).
Jutaan Pekerja Industri Daur Ulang Terancam PHK Jika Sampah Impor Diperketat (761515)
Komisi IV DPR sidak kontainer isi sampah impor di Priok. Foto: Dok. Dedi Mulyadi
Sedangkan di sektor industri kertas daur ulang, setidaknya terdapat 48 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai 8,2 juta ton. Industri ini menyerap karyawan langsung sekitar 260.000 serta 1,1 juta karyawan tidak langsung.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, untuk industri tekstil terdapat 9 perusahaan dengan tenaga kerja sebanyak 3.529 orang. Selain itu, ada pula 60 perusahaan yang bergerak di sektor besi baja, di mana sebagian besar bahan bakunya mengandalkan impor daur ulang.
"Sebanyak 20.000 tenaga kerja menggantungkan nasib mereka di semua perusahaan tersebut. Dampak perlakuan tata niaga impor ini berpotensi menyebabkan pembangunan infrastruktur terganggu," ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white