Kabar Baik! Minyak Goreng Rp 14.000/Liter Minggu Depan Mulai Dijual di 216 Pasar

7 Januari 2022 11:14
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pedagang minyak goreng di Pasar Jaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (24/12). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang minyak goreng di Pasar Jaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (24/12). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah memperpanjang penyediaan minyak goreng Rp 14 ribu per liter hingga Juni 2022. Setidaknya pemerintah bakal menyiapkan 1,2 miliar liter minyak goreng yang akan disalurkan sampai ke pasar tradisional di seluruh wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan, mengatakan untuk tahap pertama, minyak goreng Rp 14 ribu per liter ini akan disalurkan ke pasar tradisional yang sudah dipantau Kementerian Perdagangan, yakni sebanyak 216 pasar.
“Insyaallah akhir minggu depan itu sudah mulai tersalurkan pertama ke 216 pasar pantauan itu, karena 216 pasar pantauan itu akan menyebar ke seluruh (pasar-pasar kecil),” ujar Oke kepada kumparan, Jumat (7/1).
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan melakukan sidak di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung pada Selasa (26/11). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan melakukan sidak di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung pada Selasa (26/11). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Oke menjelaskan, pasar pantauan Kemendag saat ini berjumlah 216 pasar di 94 kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Menurutnya, pasar pantauan tersebut dapat menjadi pusat penyaluran minyak goreng Rp 14 ribu per liter ke pasar-pasar kecil di sekitarnya.
Jumlah pasar tradisional berdasarkan data Kemendag menurut Oke saat ini berjumlah 16.263 pasar. Semua pasar itu, kata dia, harus bisa menyalurkan minyak goreng Rp 14 ribu per liter, sehingga bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat di 17.500 pulau di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Tapi yang harus kita kawal nanti mekanismenya sampai tersalurkan ke pasar yang lebih kecil lagi tetap Rp 14 ribu per liter di tingkat konsumen. Itu yang jadi tantangan,” pungkasnya.