Kabar Baik! Ukraina Ekspor Lagi Gandum, Pertama Kali Sejak Serangan Rusia

1 Agustus 2022 14:17
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pekerja memanen gandum di ladang perusahaan pertanian. Foto: Shamil Zhumatov/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memanen gandum di ladang perusahaan pertanian. Foto: Shamil Zhumatov/REUTERS
ADVERTISEMENT
Kabar baik mencuat dari kancah serangan Rusia ke Ukraina. Di tengah konflik militer sejak 24 Februari 2022 yang belum berakhir, Ukraina untuk pertama kalinya melepas ekspor gandum lagi ke pasar dunia.
ADVERTISEMENT
Hal ini menjadi kabar baik, mengingat dampak ekonomi konflik Rusia-Ukraina, memicu krisis pangan akibat terhambatnya pasokan biji-bijian dari Ukraina ke pasar dunia. Demikian juga ekspor gandum dan pupuk yang merupakan terbesar diproduksi Rusia, terhambat embargo Amerika Serikat (AS) dan negara Barat.
Reuters pada Senin (1/8) melaporkan, kapal Razoni berbendera Sierra Leone, berangkat dari Pelabuhan Odesa, Ukraina, ke Lebanon. Hal itu dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Turki.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebuah truk terlihat di terminal gandum selama panen jelai di wilayah Odesa, Ukraina. Foto: Igor Tkachenko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah truk terlihat di terminal gandum selama panen jelai di wilayah Odesa, Ukraina. Foto: Igor Tkachenko/REUTERS
Ekspor ini dimungkinkan, setelah Rusia-Ukraina menandatangani kesepakatan untuk meredakan krisis pangan global. Kesepakatan itu melibatkan Turki dan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) sebagai mediator dan penjamin perjanjian.
Mengutip situs Marine Traffic, kapal Razoni pada sekitar pukul 12.30 WIB masih merapat di Pelabuhan Odesa dan akan segera berlayar. Kapal buatan tahun 1996 itu memiliki ukuran panjang 186 meter dan lebar 25 meter. Kapal memiliki kapasitas angkut 30 ribu ton.
ADVERTISEMENT
Rusia dan Ukraina menyumbang hampir sepertiga dari ekspor gandum global. Namun sanksi Barat terhadap Rusia dan pertempuran di sepanjang pesisir timur Ukraina, telah menghentikan ekspor komoditas itu ke pasar dunia.
Pejabat Ukraina mengatakan, selain kapal Razoni, ada 17 kapal kargo lain yang berlabuh di pelabuhan Ukraina. Seluruh kapal itu punya kapasitas angkut 600 ribu ton. Dari seluruh kapal tersebut, 16 di antaranya mengangkut biji-bijian ekspor Ukraina dengan total volume sekitar 580.000 ton.