Bisnis
·
10 Februari 2021 6:57

Kabar Teranyar Ibu Kota Baru: Ada Sinyal Dilanjutkan, Swasta Bangun Properti

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kabar Teranyar Ibu Kota Baru: Ada Sinyal Dilanjutkan, Swasta Bangun Properti (268171)
Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri PPN atau Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, memberi sinyal proyek ibu kota baru bakal dilanjutkan lagi. Kementeriannya telah menghitung sederet keuntungan bila proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur itu, terutama untuk menggenjot investasi.
ADVERTISEMENT
Berikut kumparan merangkum sejumlah fakta soal berlanjutnya pembangunan ibu kota baru.

Proyek ibu kota baru dilanjutkan untuk menarik investasi

Pada tahun ini, kata Suharso, pemerintah menargetkan investasi masuk mencapai Rp 5.817 sampai Rp 5.912 triliun. Target ini bisa menjadi lebih mungkin direalisasikan bila proyek IKN bergulir kembali.
"Ini saya masuk sesuatu yang seksi tapi sensitif, mengenai ibu kota negara. Kalau ibu kota negara bisa dijadikan pilihan dalam mendorong investasi kenapa tidak," ujar Suharso dalam virtual conference, Selasa (9/2).
Menurut Suharso, proyek strategis nasional ini, juga bakalan memiliki efek positif ke berbagai sektor lainnya. Seperti berjalannya banyak industri saat pembangunan dilanjut, sehingga juga menciptakan lapangan kerja.
"Kita bisa berikan kesempatan swasta ikut masuk, kita ambil saja satu perumahan misalnya. Kalau perumahan dan perkantoran bisa dibangun swasta, maka setidak-tidaknya industri di sekitar ini akan berkembang, industri semen, paku, interior, kunci, kayu. Dan ini juga akan menyerap 1,2 sampai 1,3 juta tenaga kerja," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Beralasan Fokus dan Bereskan Pandemi COVID-19
Kendati berlanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan akan berjalan dengan mempertimbangkan keberhasilan penanganan kasus COVID-19 terlebih dahulu.
Menurut Suharso, pengerjaan awal bisa kembali bergulir saat kasus COVID-19 sudah mulai terkendali. Berdasarkan perkiraan kementeriannya, penanganan pandemi sudah terkendali di bulan September 2020.
"Bagaimana kita bisa kendalikan? artinya tadi kita bisa mencapai R0 0,9 persen dengan vaksinasi dan disiplin. Dengan begitu diharapkan mulai September 2021 wabah sudah terkendali," ujar Suharso dalam virtual conference, Selasa (9/2).
Kabar Teranyar Ibu Kota Baru: Ada Sinyal Dilanjutkan, Swasta Bangun Properti (268172)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat Konferensi Pers Akhir Tahun Kementerian PPN/Bappenas di Ubud, Gianyar, Bali, Senin (28/12). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
Pemerintah Beri Jatah Proyek untuk Swasta
Bila berjalan sesuai rencana, kata Suharso, tahap awal pemindahan ibu kota ini bakal dimulai dari pembangunan sarana perumahan dan perkantoran. Terkait hal ini, dia memberi sinyal bahwa pemerintah berencana memberikan mandat kepada swasta buat mengerjakan.
ADVERTISEMENT
Tujuannya tak lain supaya tak membebani APBN yang saat ini dimaksimalkan untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Suharso menjelaskan, pemerintah butuh dana yang tak sedikit buat pembangunan perumahan itu. Agar rumah dan perkantoran rampung pada 2024, setidaknya diperlukan dana segar mencapai Rp 500 triliun lebih.
"Kita bisa berikan kesempatan swasta untuk ikut masuk dalam kita ambil saja satu pekerjaan, sarana perumahan dan perkantoran. Sarana perumahan dan perkantoran ini pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran yang besar langsung ratusan triliun, tapi cukup pemerintah itu sewa saja rumah dan kantor kepada investor swasta," ujarnya.
Menurutnya, langkah mengandalkan dana investasi swasta buat pengerjaan proyek itu juga bakal mendatangkan sederet keuntungan terhadap pemulihan ekonomi. Terutama menyokong kembali bergeraknya industri di bidang konstruksi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, juga akan ada jutaan kesempatan kerja yang muncul dari pembangunan tahap awal ibu kota negara ini. Dengan begitu, ia optimistis investasi masuk sekaligus ekonomi terkerek.
"Bappenas telah mencoba menghitung ini, pertama bagaimana tidak mengganggu APBN. Kita ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada swasta, dengan demikian ekonomi bergerak dan kesempatan kerja terbentuk," pungkas Suharso.