Bisnis
·
20 September 2020 18:46

Kadin Minta Impor Alat Kesehatan untuk Penanganan Corona Dipermudah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kadin Minta Impor Alat Kesehatan untuk Penanganan Corona Dipermudah (65525)
Erwin Aksa. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Pandemi virus corona masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di Indonesia. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Erwin Aksa mengatakan, saat ini mayoritas infrastruktur penanganan COVID-19 di Indonesia masih impor.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Erwin meminta berbagai peraturan yang berkaitan dengan impor peralatan tersebut agar dipermudah oleh pemerintah.
“Tak kalah penting bagaimana birokrasi seperti pengadaan (alat) untuk COVID-19 ini bisa dipermudah karena hampir semua kebutuhan COVID-29 impor. Jadi harus dipermudah supaya harga satuannya bisa turun dan bisa dijangkau masyarakat,” kata Erwin dalam webinar yang digelar Kadin, Minggu (20/9).
Kadin Minta Impor Alat Kesehatan untuk Penanganan Corona Dipermudah (65526)
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Erwin merasa kemudahan birokrasi tersebut tidak hanya terbatas terkait pengadaan barang. Menurutnya yang harus diperhatikan juga adalah saat ada pejabat yang terpapar virus corona dan dirawat di rumah sakit, maka berdampak juga ke perizinan.
Sehingga, Erwin menyarankan harus ada terobosan dalam menyelesaikan permasalahan itu agar setiap izin tetap bisa dikeluarkan.
“Dengan ada menteri masuk RS otomatis izin tidak keluar. Jadi situasi emergency begini kita harus ada protokol birokrasi, di mana kita harus ada semacam jalan keluar kalau tiba-tiba satu kementerian lockdown, satu kantor, ya memang otomatis yang namanya keinginan kita mempermudah perizinan tidak terjadi,” ujar Erwin.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Erwin menganggap dalam kondisi seperti ini harus ada kejelasan informasi yang disampaikan pemerintah ke masyarakat. Sebab, kata Erwin, masih ada masyarakat yang belum mengerti bahayanya virus corona. Pemerintah juga diminta selalu meng-update informasi dari WHO.
“Setiap hari WHO mengeluarkan edaran, terjadi perubahan informasi terkait COVID. Saya kira kesehatan representasi dari WHO,” tutur Erwin.