Kalah Saing, Pasar Indonesia Didominasi Waralaba Asing

5 Agustus 2022 17:44
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Opening The 20th International Franchise, Lisence & Business Concept Expo & Conference (IFRA) Hybrid Business Expo in conjunction with Indonesia License Expo (ILE) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (5/8/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Opening The 20th International Franchise, Lisence & Business Concept Expo & Conference (IFRA) Hybrid Business Expo in conjunction with Indonesia License Expo (ILE) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (5/8/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
ADVERTISEMENT
Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) mencatat pada 2019 jumlah bisnis waralaba di Indonesia didominasi oleh waralaba asing. Jumlahnya bahkan tiga kali lipat dari waralaba lokal.
ADVERTISEMENT
Ketua AFI Anang Sukandar mengatakan hingga saat ini kondisi tersebut tidak berbeda. Bahkan saat ini bisnis waralaba lokal hanya seperlima dari jumlah waralaba asing.
"Sekarang itu merek asing saya kira pada saat ini ada sekitar 650. Kalau lokal enggak lebih dari 120 sampai 130. Seperlimanya," kata Anang pada acara opening The 20th International Franchise, Lisence & Business Concept Expo & Conference (IFRA) Hybrid Business Expo in conjunction with Indonesia License Expo (ILE) 2022 di JCC Senayan, Jumat (5/8).
Menurutnya, bisnis waralaba lokal saat ini perlu dukungan salah satunya dari segi pendanaan. Dia melihat bahwa anggaran yang tersalurkan ke Pemerintah Daerah kurang efektif dalam mendukung usaha tersebut.
Dia membandingkan dengan Malaysia ketika pemerintah Malaysia sejak 2003 silam sudah menaruh perhatian khusus kepada usaha waralaba mereka. Pada waktu itu, pemerintah Malaysia bahkan menganggarkan MYR 100 juta untuk mengembangkan 500 usaha waralaba di sana.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Memang perlu kita kembangkan usaha-usaha lokal. Usaha-usaha lokal memang perlu dana. Contoh kenapa Malaysia bisa berkembang," ujar dia.
Hybrid Exhibition IFRA dan ILE ini diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo yang bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI). Acara ini digelar luring mulai hari ini hingga 7 Agustus 2022 dan secara online hingga 31 Agustus 2022.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung menjelaskan agenda ini diikuti oleh 250 pelaku usaha franchise dan lisensi dari 375 brand. Dia berharap usaha waralaba lokal mampu mengembangkan pasarnya hingga global.
"Besar harapan kami IFRA dapat menjadi platform tepercaya yang dapat mengembangkan berbagai industri waralaba dan lisensi, serta ikut mengembangkan usaha melalui pasar lokal maupun global," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sementara, Ketua ASENSI Susanty Widjaya berharap dari acara ini para pelaku usaha lisensi khususnya lisensi merek dan produk lokal serta para UMKM bisa terus berkembang. "Dan bangkit kembali untuk dapat mengembangkan merek produk, dan pastinya melebarkan sayap dengan menambah outlet dengan menambah kemitraannya," pungkas dia.