kumparan
Bisnis13 September 2018 9:38

Kang Emil Dorong PT KAI Aktifkan Lagi 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

Konten Redaksi kumparan
Ridwan Kamil
Ridwan Kamil (Foto: Puti Cinintya/kumparan)
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengkatifkan kembali empat jalur kereta di Jawa Barat. Keempat jalur tersebut adalah Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.
ADVERTISEMENT
Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil, mengatakan rencana reaktivasi empat jalur kereta api tersebut dibahas saat dirinya bertemu dengan jajaran Direksi PT KAI, di Gedung Sate Bandung.
Emil menambahkan, reaktivasi jalur kereta dipandang menguntungkan bagi masyarakat karena ada kemudahan transportasi. Menurutnya, daerah-daerah yang dilalui lajur kereta api dinilai bisa tumbuh perekonomiannya karena ada pergerakan orang dan barang, dengan aksesbilitas yang semakin mudah.
Disamping itu, Emil seperti dikutip dari Antara, juga menginginkan dibangun stasiun-stasiun baru di titik-titik wisata, perumahan, ataupun di titik- titik keramaian, untuk memecah kepadatan.
Kereta Api Indonesia
Petugas perbaiki wesel pemindah jalur rel kereta (Foto: Hendra Nurdiyansyah)
"Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat kemana-mana bisa naik kereta karena nyaman dan terintegerasi," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Kamis (13/9).
ADVERTISEMENT
Proyek reaktivasi ini pun diharapkan mampu selesai, dan dapat langsung terintegerasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan, rencana reaktivasi membutuhkan dukungan dari Pemprov Jawa Barat, khususnya, dalam hal penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang sudah bertahun-tahun tidak aktif itu. Adapun PT KAI akan fokus pada persiapan operasional.
"Dari empat ini, kami akan evaluasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya. Dari empat itu jalur mana yang lebih akomodatif membantu masyarakat, baik untuk mengangkut orang maupun barang, seperti misalnya hasil bumi," kata Edi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan