Kembangkan Kapasitas Usaha, PNM Ajak Nasabah Studi Banding ke Lombok

13 Agustus 2022 14:49
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyelenggarakan studi banding Pengolahan Daun Kelor di Industri Kelor CV Tri Utami Jaya, Mataram. Foto. dok. PNM
zoom-in-whitePerbesar
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyelenggarakan studi banding Pengolahan Daun Kelor di Industri Kelor CV Tri Utami Jaya, Mataram. Foto. dok. PNM
Sehubung dengan terpilihnya olahan daun kelor sebagai souvenir resmi gelaran G20 oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyelenggarakan studi banding Pengolahan Daun Kelor di Industri Kelor CV Tri Utami Jaya, Mataram.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (12/8) ini merupakan bentuk pelaksanaan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Acara dihadiri oleh Pemimpin PNM Cabang Mataram, Darwis Hari Pondang, dan Nasrin selaku pemilik CV Tri Utami Jaya sekaligus narasumber.
Lewat studi banding ini, PT PNM mengajak nasabahnya yang berprofesi sebagai petani maupun pengolah daun kelor untuk menambah wawasan dan kemampuan dalam mengelola usaha. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi PNM sendiri untuk memantau progresivitas program Nasabah Naik Kelas.
Berlangsung selama 3 hari, sejak 10-12 Agustus 2022, gelaran PKU kemarin diikuti oleh sejumlah nasabah PNM dari berbagai cabang. Mereka antara lain 2 nasabah PNM Kendari Unit Mekaar Tinanggea dan Kendari, 5 nasabah PNM Denpasar (Kupang) Unit Mekaar Maulafa, dan 2 Nasabah PNM Pati Unit Mekaar Kunduran. Tiap-tiap peserta nasabah PNM Mekaar disertai oleh 1 pendamping dari daerahnya masing-masing.
Berlangsung selama 3 hari, sejak 10-12 Agustus 2022, gelaran PKU kemarin diikuti oleh sejumlah nasabah PNM dari berbagai cabang. Foto: dok. PNM
zoom-in-whitePerbesar
Berlangsung selama 3 hari, sejak 10-12 Agustus 2022, gelaran PKU kemarin diikuti oleh sejumlah nasabah PNM dari berbagai cabang. Foto: dok. PNM
Darwis Hari Pondang selaku Pemimpin Cabang PNM mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu dari tiga modal yang diberikan oleh PNM bagi nasabahnya, yakni modal intelektual yang berupa pelatihan pendampingan dari program Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha. Sementara dua modal lain yang diberikan PNM sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ultra mikro dan UMKM ialah finansial dan sosial.
Pada hari pertama, nasabah diajak berkunjung ke kebun kelor milik Nasrin yang berada di Jl Raya Bypass Penuja, Batujai. Di sana, nasabah belajar mengenai cara pembibitan dan penanaman yang baik melalui medium polybag, di samping wawasan tentang pemanfaatan eceng gondok untuk pupuk kompos agar tanah lebih subur.
Pada hari berikutnya, para nasabah berkunjung ke pabrik kelor milik Nasrin yang berlokasi di Jalan Sakura, Mataram. Di pabrik, mereka belajar proses produksi daun kelor dari awal sampai akhir, mulai dari cara pengeringan, pengaturan suhu, penggilingan, hingga pembuatan olahan produk berupa teh dan kopi kelor.
Menurut Nasrin, olahan daun kelor tersebut mengandung berabagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari menjaga imunitas, meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, dan masih banyak lagi.
Pemilik CV Tri Utami Jaya ini juga mengatakan bahwa ia telah melakukan regenerasi bisnis di bidang olahan daun kelor kepada anak-anaknya. Masing-masing dari anaknya bahkan sudah memiliki PT sendiri yang masih bertaut dengan CV milik Nasrin.
Menurutnya, regenerasi ini penting demi melestarikan manfaat olahan daun kelor, dan ia optimis mewujudkan hal tersebut.
“Dunia memang tidak selebar daun kelor, tapi daun kelor akan mendunia,” kata Nasrin.
“Dunia memang tidak selebar daun kelor, tapi daun kelor akan mendunia,” kata Nasrin. Foto: dok. PNM
zoom-in-whitePerbesar
“Dunia memang tidak selebar daun kelor, tapi daun kelor akan mendunia,” kata Nasrin. Foto: dok. PNM
Salah satu nasabah PNM Kendari, Ika Sutiyatin, mengatakan bahwa dirinya senang mengikuti rangkaian pelatihan ini.
“Saya senang sekali dengan program studi banding dari PNM, saya jadi banyak ilmu tentang daun kelor. Tadinya kita hanya tahu daun kelor hanya bisa dibikin sayur saja. Sekarang, kita tahu bahwa kelor dapat diproduksi jadi teh, kopi, dan lain-lain. Terima kasih PNM,” pungkas Ika.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan PNM