kumparan
Bisnis23 Mei 2020 15:45

Kemendes Pastikan 40 Ribu Desa Sudah Terima BLT

Konten Redaksi kumparan
LIPSUS Dana Desa, Desa Morehe
Suasana di Desa Morehe, Sulawesi Tenggara. Foto: Fauzan Dwi Anangga/kumparan
Pemerintah memastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sampai ke masyarakat di desa. Hingga hari ini, total sebanyak 40.086 desa telah mendapatkan BLT.
ADVERTISEMENT
Capaian tersebut mencapai 67 persen dari 59.453 desa yang telah menerima transfer dana desa ke rekening kas desa.
“Kita memang berkejaran dengan Dana Desa yang tersalur ke desa, agar segera dibelanjakan sebagai BLT Dana Desa,” ujar Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam keterangannya, Sabtu (23/5).
Dalam sehari terakhir saja, penyaluran BLT Dana Desa telah berlangsung di 3.074 desa. Total sebanyak 4,17 juta keluarga miskin telah mendapatkan BLT Dana Desa.
Sehingga, dalam sehari tercatat ada penambahan 369.686 keluarga miskin yang mendapatkan BLT Dana Desa, senilai Rp 221,8 miliar.
“Hari ini sebanyak 4.172.053 keluarga miskin telah mendapatkan BLT Dana Desa. Nilai yang disalurkan mencapai Rp 2,5 triliun”, katanya.
ADVERTISEMENT
Abdul melanjutkan, desa yang benar-benar siap menyalurkan BLT Dana Desa ditandai telah selesai melakukan musyawarah desa khusus. Wadah demokratis ini dijalankan untuk menetapkan keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa. Setelah daftar ini diumumkan, langsung Dana Desa siap dibagikan kepada KPM.
“Sampai hari ini sebanyak 57.899 desa telah melakukan musdes khusus. Ini setara dengan 99 persen dari desa telah mendapat transfer Dana Desa. Dalam sehari saja tercatat musyawarah dilakukan 1.159 desa” katanya.
Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sendiri telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempermudah desa dalam mencairkan Dana Desa dan mempermudah penyaluran BLT Dana Desa kepada warganya.
Sikronisasi deregulasi dijalankan bersama Kementerian Keuangan. Selain itu, dengan Kementerian Dalam Negeri juga turut mendukung dengan memfasilitasi para bupati dan walikota yang mengalami kesulitan mempercepatan penyaluran BLT Dana Desa.
ADVERTISEMENT
Selama ini Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) menjadi mitra Relawan Desa Lawan Covid-19. Mereka turut menjaga kondusivitas proses penyaluran BLT Dana Desa. Peran kerelawanan mereka semakin diteguhkan melalui kerja sama Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan Polri dan TNI.
Salah seorang warga Desa Bejiharjo tengah menghitung uang pinjaman dari BUMDes Maju Mandiri
Salah seorang warga Desa Bejiharjo tengah menghitung uang pinjaman dari BUMDes Maju Mandiri Foto: Fauzan Anangga/kumparan
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengubah aturan mengenai BLT Dana Desa, salah satunya berupa jangka waktu pemberian BLT Dana Desa.
Beleid tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.07/2020 tentang Perubahan Kedua atas 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.
Melalui aturan tersebut, pemerintah menambah besaran dan jangka waktu pemberian BLT Dana Desa kepada masyarakat. Jadi total BLT yang sebelumnya sebesar Rp 1,8 juta per keluarga penerima manfaat (KPM), mengalami peningkatan menjadi Rp 2,7 juta per KPM.
ADVERTISEMENT
"Dengan penambahan tersebut, maka total anggaran untuk BLT Dana Desa meningkat dari Rp 21,19 triliun menjadi Rp 31,79 triliun," kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu Astera Primanto Bhakti di dalam keterangan tertulis.
Pemerintah juga memperpanjang jangka waktu pemberian BLT ini dari sebelumnya 3 bulan menjadi 6 bulan. Namun, seiring dengan perpanjangan tersebut pemerintah juga memangkas jumlah penyaluran yang diterima setiap bulannya.
Pada tiga bulan pertama, setiap KPM akan menerima manfaat sebesar Rp 600.000 per KPM setiap bulan, tapi untuk tiga bulan berikutnya anggaran yang diterima hanya sebesar Rp 300.000 per KPM per bulan.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
*****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan