kumparan
15 Apr 2019 21:01 WIB

Kementan Berani Pasang Target Setop Impor Bawang Putih di 2021

Stok Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/4). Foto: Abdul Latif/kumparan
Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis Indonesia akan menyetop impor bawang putih di tahun 2021. Hingga saat ini, kebutuhan bawah putih yang dikonsumsi masyarakat dipenuhi melalui impor dari China.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, harga bawang putih di dalam negeri juga kerap berfluktuasi. Saat ini, harga bawang putih sedang tinggi-tingginya yaitu Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kg, harga normalnya hanya Rp 25 ribu per kg. Jika dikalkulasi, harga bawang putih sudah naik sekitar 120 persen.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, menyampaikan bahwa untuk mencapai target itu, pihaknya kini menyiapkan bibit bawang putih, termasuk di antaranya gudang penyiapan bibit maupun cold storage.
"Jadi 2021 itu setop impor. Kebutuhan dalam negeri sampai 2021 dipenuhi seluruhnya dari impor," katanya saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (15/4).
Dia menambahkan, akhir 2018 lalu sudah terdapat lahan tanam bawang putih sebesar 11 ribu he‎ktare, sementara tahun ini terdapat 20 ribu hektare. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding 2014 yang hanya 1 hektare.
Bawang Putih di Pasar Rumput. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
ADVERTISEMENT
"Konsepnya kita menanam. Hasil tanam dipanen, hasil panen diproses jadi benih. Benih ditanam lagi, jadi ditanam lagi hasilnya 2-3 kali lipat," beber Suwandi.
‎Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Ismail Wahab, memprediksi areal lahan tanam bawang putih akan bertambah menjadi 90 ribu hektare yang memproduksi 810 ribu ton, melebihi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Adapun upaya menambah lahan tanam bawang putih‎, menurut dia terdiri dari beberapa program, mulai dari penambahan dari anggaran APBN, impor tanam, dan petani tanam. Jadi ke depan, lahan di Indonesia cukup untuk memproduksi kebutuhan bawang putih.
"Di 2021 ada 90 ribu hektare. Kebutuhan kita hanya 500 ribu ton, padahal kita punya 810 ribu ton," paparnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan