Kumparan Logo

Kementerian BUMN: Tak Ada Pergantian Direksi PGN di RUPSLB

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fajar Harry Sampurno. Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fajar Harry Sampurno. Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah adanya pergantian direksi dalam tubuh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN dalam waktu dekat.

Kabar pergantian direksi ini mencuat karena munculnya pengumuman gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Agustus 2019. Agenda ini telah diumumkan perusahaan berkode emiten PGAS di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Karenanya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno memastikan tidak ada pergantian direksi pada RUPSLB itu.

"Enggak ada. Itu kabar dari mana, enggak ada pergantian," katanya saat ditemui di Gedung Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (18/7).

Rapat pemegang saham tahunan 2018 PGN. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Sementara itu, Komisaris Utama PGN IGN Wiratmaja Puja enggan berkomentar soal rencana perubahan pengurus perseroan. Dia bilang, agenda sesuai dalam undangan.

"Siap (bakal laksanakan RUPSLB). Agendanya sesuai yang di surat ya," kata dia saat dihubungi kumparan, Kamis (18/7).

Sedangkan dalam jadwal RUPSLB PGN yang diterima kumparan, salah satu mata agendanya adalah perubahan pengurus perseroan. Adapun mata agenda pertama adalah evaluasi kinerja perseroan untuk semester I 2019.

Kementerian BUMN tercatat terakhir kali merombak jajaran direksi PGN pada 10 September 2018. Dalam RUPSLB yang digelar tahun lalu, Menteri BUMN Rini Soemarno mencopot Jobi Triananda Hasjim dari jabatan dirut PGN dan menggantinya dengan Gigih Prakoso yang sebelumnya merupakan salah satu Direktur PT Pertamina (Persero).