Kementerian ESDM Setor PNBP Rp 210,9 T per November 2025, Baru 82 Persen
3 Desember 2025 12:35 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kementerian ESDM Setor PNBP Rp 210,9 T per November 2025, Baru 82 Persen
PNBP sektor energi yang terkumpul ini baru 82,87 persen dari target Rp 254,49 triliun. kumparanBISNIS

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan capaian tersebut baru sekitar 82,87 persen dari target PNBP sektor ESDM yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar Rp 254,49 triliun.
"Untuk target PNBP Kementerian ESDM ditargetkan pada tahun 2025 ini Rp 254 triliun. Ini kan sudah tercapai sekitar 82 persen pada akhir November 2025 ini," ungkapnya saat acara Rakor Dukungan Bisnis SKK Migas di Sentul, Bogor, Rabu (3/12).
Menurut Yuliot, tercapainya target penerimaan negara sektor ESDM ini perlu dukungan dan konsolidasi dari berbagai subsektor, meliputi minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batu bara (minerba), hingga energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE).
"Kita mengharapkan dengan konsolidasi yang dilakukan, karena PNBP itu bukan hanya dari hulu migas, tetapi juga ada dari Minerba, energi baru terbarukan, dan juga ada PNBP lain. Jadi, kami mengharapkan apa yang sudah ditargetkan itu akan bisa tercapai," jelas Yuliot.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Kementerian ESDM, PNBP sektor migas telah tercapai Rp 85,89 triliun, sektor minerba sebesar Rp 114,55 triliun, sektor panas bumi Rp 1,78 triliun, serta PNBP sektor lainnya sebesar Rp 8,68 triliun.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia optimistis target PNBP Kementerian ESDM bisa tercapai pada akhir tahun ini, meski kondisi harga komoditas, baik itu Indonesia Crude Price (ICP) maupun komoditas minerba tengah lesu dan tidak sesuai asumsi dasar APBN 2025.
"Sekalipun kita tahu bahwa harga komoditas sekarang lagi turun baik minyak, asumsi harga minyak di dalam APBN kita meleset, menurun. Kemudian harga komoditas batu bara, mineral lain pun menurun," ujar Bahlil saat rapat kerja Komisi XII DPR, Selasa (11/11).
Bahlil menjelaskan, pemerintah perlu optimistis lantaran saat ini negara sedang membutuhkan anggaran untuk membiayai program prioritas, tidak terkecuali di sektor ESDM.
ADVERTISEMENT
"Karena itu kami tetap mematok untuk target APBN di dalam penerimaan PNBP kita, insyaallah bisa mencapai target," katanya.
