kumparan
Bisnis13 April 2020 8:12

Ketidakpastian Masih Tinggi, IHSG Diprediksi Melemah

Konten Redaksi kumparan
pergerakan saham
Pekerja melintas layar monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Menurut Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan, laju IHSG akan bergerak di level support 4.520 dan level tertinggi 4.734 sepanjang perdagangan hari ini. Pekan lalu, Kamis (9/4), IHSG ditutup menguat di level 4.649, atau naik 0,48 persen.
ADVERTISEMENT
Menurut Dennies, Kamis lalu IHSG ditutup menguat melihat perkembangan kasus COVID-19 di Amerika tidak separah pekan lalu. Pergerakan juga cukup volatile dikarenakan masih ada banyak ketidakpastian.
“IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk doji tertahan di sekitar support jangka pendek,” tulis Dennies dalam risetnya, Senin (13/4).
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Foto: ANTARA FOTO/ Wahyu Putro
Menurutnya, IHSG masih memiliki potensi untuk kembali terkoreksi. Hal ini terlihat dari stochastic yang bergerak di area overbought. Di sisi lain, pergerakan masih akan dibayangi perkembangan terkait COVID-19 dan pernyataan Bank Indonesia terkait suku bunga.
Sementara itu, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini masih bergerak dalam rentang yang cukup terbatas. Meski demikian, gelombang tekanan terlihat belum akan berakhir. Sentimen dari pergerakan nilai tukar rupiah serta fluktuasi harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek dengan kategori trading harian. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak melemah,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT HM Sampoerna (HMSP), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan