KKP: Rata-rata Pendapatan Pembudidaya Ikan Rp 4,4 Juta/Bulan di Semester I 2022

28 Juli 2022 21:42
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Budidaya ikan hias milik Mahmud Azis. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Budidaya ikan hias milik Mahmud Azis. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat rata-rata pendapatan pembudidaya ikan menjadi Rp 4,4 juta per bulan. Hal ini berdasarkan data capaian semester I-2022 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP.
ADVERTISEMENT
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, TB Haeru Rahayu, mengungkap capaian tersebut melebihi target KKP yakni sekitar Rp 3,5 juta.
"Saya melihat ada pergerakan yang positif bagaimana dukungan perikanan budidaya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar TB Haeru Rahayu dalam konferensi pers Capaian Kinerja KKP Semester I-2022 di Media Center KKP, (28/7).
Selain itu, peningkatan juga terjadi pada indeks nilai tukar pembudidaya ikan yang berhasil melampaui target. Berdasarkan data BPS, Nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi) saat ini berada di angka 104,25 dari target 103. Bila dibandingkan dengan nilai NTPI di Semester I Tahun 2021, juga terjadi peningkatan dari 102,16.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Lebih lanjut Haeru menjelaskan, pihaknya juga terus menggenjot produktivitas komoditas-komoditas perikanan bernilai ekspor yang termasuk dalam salah satu program prioritas KKP hingga 2024. Di antaranya udang, rumput laut, kepiting, dan lobster.
Warga memberi pakan ikan di pedalaman Desa Tanjung Dalam, Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Rabu (28/10/2020). Foto: Rahmad/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga memberi pakan ikan di pedalaman Desa Tanjung Dalam, Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Rabu (28/10/2020). Foto: Rahmad/ANTARA FOTO
"Untuk udang, target kita 2 juta ton produksinya pada tahun 2024. Apa yang kita lakukan, kita membuat tambak udang berbasis kawasan contohnya di Kebumen, kemudian kita juga melakukan modelling dan revitalisasi. Harapannya, ini dicontoh oleh pembudidaya untuk dikembangkan secara mandiri," urainya.
ADVERTISEMENT
Kinerja positif ini salah satunya dipicu oleh dukungan bantuan pemerintah yang terus digulirkan oleh KKP untuk mendongkrak efisiensi produksi budidaya. Disamping KKP juga meningkatkan rantai suplai untuk menggenjot geliat usaha pembudidayaan ikan di beberapa daerah.
"Berbagai dukungan telah disalurkan, di antaranya untuk pengelolaan kawasan dan kesehatan ikan seperti bantuan excavator, dredger, pengelolaan saluran irigasi tambak (PITAP) serta kincir. Kemudian untuk pengelolaan perbenihan seperti bantuan benih berkualitas dan calon induk yang unggul, kebun bibit rumput laut, pembangunan unit pembenihan rakyat/ hatcheri skala rumah tangga, dan Keramba Jaring Apung,” ujar Haeru.
Selain itu, juga ada bantuan dalam rangka pengelolaan produksi dan usaha seperti bioflok, pra sertifikasi lahan pembudidaya ikan, perizinanan usaha dan pengelolaan pakan dan obat ikan seperti bantuan mesin dan bahan baku pakan.
ADVERTISEMENT