kumparan
18 Feb 2019 12:40 WIB

Klub Bola di Indonesia Belum Terbiasa Cari Modal di Bursa Saham

Patung banteng yang ada di Bursa Efek Indonesia. Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan
Kabar klub sepak bola yang bakal merumput di pasar modal mulai santer terdengar lagi. Kali ini, klub sepak bola yang bermarkas di Gianyar, Bali United dikabarkan akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam waktu dekat. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi pun membenarkan kabar tersebut.
ADVERTISEMENT
Meski demikian Inarno tidak menampik bahwa selama ini melantai di bursa hanya sebatas wacana bagi klub sepak bola. Sebab skema pendanaan tersebut belum lazim dilakukan.
“Karena belum terbiasa saja. Sepak bola kok go public,” ungkap Inarno di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (18/2).
Wacana IPO klub sepak bola tanah air memang bukan isu baru. Sebelumnya Persib Bandung juga pernah dikabarkan bakal IPO. Sayangnya kabar tersebut hanya berakhir sebagai wacana. Kini, selain Bali United, Persija Jakarta juga diisukan bakal masuk ke pasar modal. Meski demikian hingga saat ini Inarno mengatakan pihaknya belum menerima berkas dari Persija.
Pertandingan Bhayangkara FC VS Bali United di Stadion PTIK, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Inarno menjelaskan sejati skema IPO bisa menjadi langkah yang bagus bagi klub sepak bola. Tren tersebut sudah diterapkan oleh klub selak bola dunia sekelas Manchester United yang memutuskan menjadi perusahaan publik. Apalagi klub sepak bola dikenal memiliki basis fans yang besar dan loyal. Hal ini bisa dimanfaatkan klub untuk melibatkan para fans untuk membeli sahamnya.
ADVERTISEMENT
“Itukan bagus ya. Kita juga melihat seperti di luar juga kayak Manchester United, rata-rata sudah public company, ya. Dan fans-fansnya bisa ikut partisipasi di situ,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan