Kominfo Dorong Disabilitas Pelaku UMKM Ikut Terlibat di Ekonomi Digital

16 Agustus 2022 17:31
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong. Foto: Kominfo
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong. Foto: Kominfo
ADVERTISEMENT
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong para disabilitas yang menjadi pelaku UMKM ikut berperan aktif dalam mendukung ekonomi digital di Indonesia. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong, mengatakan pihaknya telah menyediakan sejumlah pelatihan bagi para disabilitas tersebut.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, pelatihan itu salah satunya bisa membuat mereka menguasai ekonomi digital di Indonesia. Ia memastikan program-program tersebut dibuat sesuai kebutuhan.
“Konsep besar Kominfo dalam transformasi digital adalah nobody left behind. Artinya, semua masyarakat Indonesia diajak bertransformasi digital. Pilar transformasi digital adalah pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat umum, termasuk di dalamnya penyandang disabilitas,” kata Usman melalui keterangan tertulis, Selasa (16/8).
Usman mengungkapkan pihaknya juga telah menyediakan program 1.000 Startup Digital dan Literasi Digital. Dalam program ini, Kominfo akan menjadi fasilitator, menyiapkan sistem, tools dan mekanisme yang dapat membantu pengembangan bisnis startup. Ada juga program khusus, seperti coaching untuk menyesuaikan bisnis dengan pasar.
Untuk memaksimalkan program 1.000 Startup Digital bagi disabilitas, Kominfo akan melibatkan sejumlah pihak yang menaruh perhatian besar terhadap para penyandang disabilitas. Lewat kerja sama ini, Kominfo ingin memberikan pengetahuan baru tentang dunia digital dan menyediakan sejumlah posisi bagi para penyandang disabilitas untuk dapat ikut serta berpartisipasi dan berkolaborasi.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Contohnya, ada seorang tokoh disabilitas bernama Anjas Pramono dari Universitas Brawijaya yang telah meraih penghargaan taraf internasional atas prestasinya menciptakan lima aplikasi berbasis Android, yang sebagian besar berkaitan dengan isu disabilitas,” jelas Usman.
Kominfo dukung disabilitas pelaku UMKM terlibat di ekonomi digital. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kominfo dukung disabilitas pelaku UMKM terlibat di ekonomi digital. Foto: Dok. Istimewa
Usman mengungkapkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (2020), penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta jiwa atau sekitar lima persen dari total populasi. Dengan jumlah yang cukup banyak itu, setiap program literasi digital yang dijalankan selalu menghadirkan penerjemah bahasa isyarat.
Untuk memaksimalkan potensi para disabilitas, Usman mengatakan pihaknya juga mendukung upaya yang dilakukan Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI). PTI dikenal menjadi inkubator bisnis bagi disabilitas.
Ketua umum PTI, Myra Winarko menyambut baik langkah Kominfo yang memberi kesempatan kepada pelaku bisnis UMKM dari kaum disabilitas. Ia menegaskan, Yayasan PTI siap berkolaborasi dengan Kominfo.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, kerja sama itu akan semakin membuka luas kesempatan disabilitas yang menjadi pelaku UMKM, bukan hanya untuk menampilkan hasil-hasil karyanya seperti craft, kuliner dan lain-lain, tapi juga akses terhadap pasar yang lebih luas lagi.
"Dalam memanfaatkan momentum G20 ini, kami berharap tidak sekadar memperoleh kesempatan untuk memamerkan dan menjual karya anak didik kami. Lebih jauh dari itu, kami berharap dapat membukakan link bisnis bagi kaum disabilitas. Kegiatan ini sangat kami syukuri, berharap bisa lebih membukakan peluang bagi kaum disabilitas yang ada di Indonesia agar bisa berdaya secara ekonomi," tutur Myra.