kumparan
search-gray
Bisnis12 September 2018 12:16

Konglomerat RI Ini Minta Pelemahan Rupiah Tak Dibesar-besarkan

Konten Redaksi kumparan
Konglomerat RI Ini Minta Pelemahan Rupiah Tak Dibesar-besarkan (807606)
Theodore Permadi Rachmat saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/9/2018). (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini masih bisa diterima oleh sebagian pengusaha untuk menjalankan bisnisnya. Salah satunya oleh Pendiri Triputra Group, Theodore Permadi Rachmat.
ADVERTISEMENT
Konglomerat yang akrab disapa Teddy itu mengatakan, pelemahan rupiah saat ini tak masalah baginya. Bahkan kurs rupiah hingga di level Rp 16.000 per dolar AS masih dianggap aman oleh orang terkaya ke-10 di Indonesia pada 2018 versi majalah Forbes tersebut.
Berdasarkan data Reuters siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp 14.880, melemah dibandingkan pagi tadi Rp 14.875 per dolar AS.
"Enggak masalah pelemahan sekarang. Yang penting stabil, mau Rp 15.000, mau Rp 16.000, yang penting stabil. Jangan gonjang-ganjing," ujar Teddy di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (12/9).
Dia pun menjelaskan, justru kepanikan pada pengusaha lah yang menyebabkan rupiah semakin tertekan. Untuk itu, dia mengimbau agar kalangan pengusaha tak perlu panik dengan kondisi rupiah saat ini.
Konglomerat RI Ini Minta Pelemahan Rupiah Tak Dibesar-besarkan (807607)
Petugas memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
"Repotnya jangan sampai terjadi panik. Sama aja kayak bank, kalau semua ambil uang dari bank kan repot bank-nya, kalau semua mau beli dolar repot juga," jelasnya.
ADVERTISEMENT
TP Rachmat adalah pendiri Triputra Group, perusahaan yang bergerak di beberapa bidang seperti karet olahan, batu bara, perdagangan, manufaktur, agribisnis, dealership motor dan logistik.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white