Kredit Bank Permata Tembus Rp 120 T, Melesat 16,6 Persen di Semester I 2021

14 September 2021 16:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kredit Bank Permata Tembus Rp 120 T, Melesat 16,6 Persen di Semester I 2021 (154565)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Permatabank. Foto: Aditia Noviansyah
PT Bank Permata Tbk mencatatkan penyaluran kredit yang tumbuh signifikan sepanjang semester I 2021. Penyaluran kredit tumbuh 16,6 persen year on year (yoy) sepanjang semester I 2021 menjadi Rp 120,8 triliun dibanding periode sama pada tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Permata Bank Chalit Tayjasanant menjelaskan, pertumbuhan penyaluran kredit terutama didorong oleh pertumbuhan kredit pada segmen Wholesale Banking sebesar 39,8 persen (yoy).
“Pertumbuhan kredit Bank juga didukung oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang signifikan sebesar 21,7 persen YoY di segmen ritel,” katanya saat konferensi pers virtual, Selasa (14/9).
Sedangkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross dan net di bulan Juni 2021 menjadi masing-masing 3,3 persen dan 1,2 persen, mengalami kenaikan dibandingkan dengan posisi Desember 2020 masing-masing sebesar 2,9 persen dan 1,0 persen.
“Walaupun masih lebih baik dibandingkan posisi Juni 2020 masing-masing sebesar 3,7 persen dan 1,8 persen, bank mengalokasikan biaya pencadangan kerugian penurunan nilai untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat penurunan kualitas aset sebesar Rp 1,5 triliun atau meningkat 41 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” katanya.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, rasio NPL coverage tetap terjaga baik di kisaran yang cukup konservatif yaitu 2,18 persen. Laba Bersih setelah pajak yang dibukukan pada Semester I 2021 sebesar Rp 639 miliar, meningkat signifikan 74,3 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 366 miliar.
“PermataBank akan terus fokus untuk mempercepat laju pertumbuhan kredit yang sehat, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga secara berkelanjutan dan efisien serta permodalan yang kuat,” tambahnya.