kumparan
4 Desember 2019 13:19

Kronologi Penyelundupan Brompton dan Harley di Garuda

Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal FIrdaus/kumparan
Suku cadang (sparepart) Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton selundupan ditemukan di pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus A330-900 neo yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Barang tersebut diduga dibawa secara ilegal oleh penumpang VIP.
ADVERTISEMENT
Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan menemukan 18 kotak berisi sparepart motor Harley Davidson, sepeda lipat Brompton, dan aksesoris sepeda.
Temuan barang ilegal di pesawat baru Garuda Indonesia sebetulnya terjadi pada 17 November 2019, namun baru bocor ke awak media pada Senin malam (2/12). Berikut kronologi temuan suku cadang Harley dan sepeda Brompton di pesawat baru Garuda Indonesia yang dirangkum kumparan.

16 November 2019

Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA9721 tipe A330-900 neo terbang dari Delivery Center Airbus di Toulouse, Prancis menuju Bandara Soetta, Tangerang Indonesia.
Airbus A300-900 NEO
Daftar penumpang pesawat baru Garuda Indonesia jenis Airbus A300-900 NEO yang terbang dari Tolouse, Prancis ke hanggar GMF di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Dok. Istimewa

17 November 2019

  • Pesawat tiba dan langsung parkir di GMF AeroAsia yang masih berada di kompleks Bandara Soetta. Area ini merupakan kepabeanan internasional dan kawasan berikat.
ADVERTISEMENT
  • Versi Bea Cukai, terdapat 22 penumpang VIP dan 10 orang kru.
  • Versi manifest yang beredar di sosial media, terdapat 21 penumpang VIP, salah satunya adalah Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara.

2 Desember 2019

Berita penyelundupan di pesawat baru Garuda Indonesia mulai tercium media.

3 Desember 2019

  • Kasus penyelundupan ramai diberitakan
  • Bea Cukai mengeluarkan statement. Versi Bea Cukai, petugas melakukan pemeriksaan barang-barang pribadi penumpang. Hasilnya, petugas menemukan 15 koli claimtag atas nama SAW ( Satyo Adi Swandhono) yang berisi suku cadang Harley Davidson bekas dan 3 koli claimtag atas nama LS (Lokadita Semidesa Brahmana) yang berisi 2 unit sepeda Brompton baru serta aksesoris sepeda.
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut berkomentar.
  • Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi menyebut pihaknya melakukan investigasi terkait tujuan pengiriman barang ke Indonesia dan dokumen pembelian. Hasil investigasi akan keluar pada Kamis (5/12)
ADVERTISEMENT
  • Garuda Indonesia mengeluarkan statement. Versi Garuda Indonesia, penumpang VIP melakukan self declare. Dua penumpang VIP menyatakan membawa sparepart Harley dan sepeda Brompton. Penumpang VIP yang ikut penerbangan tersebut merupakan orang internal dan eksternal perusahaan. Garuda Indonesia menyebut barang tersebut bukan selundupan dan pihak yang membawa siap membayar bea masuk dan pajak lainnya. Perusahaan juga membantah isu barang tersebut milik Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara.
  • Versi sumber kumparan, barang bawaan penumpang VIP (sparepart harley dan sepeda Brompton) sudah dikondisikan dan ditaruh di dalam mobil box sebelum petugas Bea Cukai tiba. Petugas yang tiba di area GMF menaruh curiga dan membongkar isi mobil box. Petugas Bea Cukai kemudian menemukan barang-barang yang diduga akan masuk secara ilegal itu.
ADVERTISEMENT

4 Desember 2019

Menteri BUMN Erick Thohir mengeluarkan statement. Erick Thohir mengancam akan merombak atau memberhentikan pejabat Garuda Indonesia bila terbukti melakukan penyelundupan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan