Bisnis
·
21 November 2020 8:33

KTT G20 Digelar Virtual, Bahas Pemulihan Ekonomi Pascapandemi COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KTT G20 Digelar Virtual, Bahas Pemulihan Ekonomi Pascapandemi COVID-19 (647916)
Orang-orang yang mengantre di lokasi pengujian virus corona, di Adelaide, Australia, Selasa (17/11). Foto: AAP/Kelly Barnes via REUTERS
Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok 20 Ekonomi Utama (KTT G20) hari ini mulai berlangsung secara virtual. Pertemuan tersebut akan fokus membahas pemulihan ekonomi dunia pascapandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
"KTT Pemimpin Negara G20 bertujuan untuk memperkuat kerja sama internasional demi mendukung pemulihan ekonomi global yang menyiapkan fondasi pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif," ujar Menteri Keuangan Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Abdullah Al-Jadaan, dalam live streaming, Sabtu (21/11).
G20 diisi oleh 19 negara dengan ekonomi terkuat di dunia, yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, Inggris Raya, China, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, serta Uni Eropa.
KTT G20 Digelar Virtual, Bahas Pemulihan Ekonomi Pascapandemi COVID-19 (647917)
Presiden Joko Widodo saat mengikuti KTT LB G20 dari Istana Bogor, Kamis (26/3). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr
KTT G20 tahun ini akan digelar secara virtual karena situasi pandemi virus corona yang masih berlangsung. Kegiatan ini akan berlangsung di Riyadh pada 21-22 November 2020.
“Para pemimpin G20 juga akan membahas berbagai masalah untuk membuka jalan menuju pemulihan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan lebih tangguh, serta meletakkan dasar untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Pada Maret lalu, Arab Saudi juga memfasilitasi KTT Luar Biasa G20, sebagai respons awal kelompok ini terhadap wabah COVID-19, yang ketika itu tengah memuncak di beberapa negara.
Langkah penanganan awal pandemi yang diadopsi oleh G20 antara lain berupa bantuan keuangan dan keringanan utang bagi negara-negara miskin untuk menyelamatkan kesehatan dan ekonomi nasional.
Negara-negara G20 juga telah menyuntikkan dana lebih dari USD 11 triliun untuk membantu ekonomi global, serta USD 21 miliar khusus untuk meningkatkan kesiapan dan respons dalam mengatasi pandemi COVID-19.
Melalui Inisiatif Penangguhan Layanan Utang (Debt Service Suspension Initiative/DSSI), sebanyak 46 negara berpendapatan rendah telah menerima manfaat tersebut dan utang luar negeri mereka ditangguhkan.
"Kita mempunyai suatu kesempatan untuk pulih dari pandemi ini menjadi lebih kuat dan lebih berkelanjutan, dengan penyertaan sosial ekonomi yang lebih luas. Melalui respons global, G20 bertekad untuk terus menghadapi tantangan utama dalam menemukan solusi," pungkas Al-Jadaan.
ADVERTISEMENT