kumparan
26 Oktober 2018 18:40

Kuartal III 2018, Kerugian Krakatau Steel Turun 50,85 Persen

Baja produksi Krakatau Steel. (Foto: Dok. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk)
Pada kinerja kuartal III 2018 ini, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mampu mencatatkan peningkatan volume penjualan sebesar 14,21 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 1.595.260 ton.
ADVERTISEMENT
Kontribusi kenaikan ini disumbang oleh peningkatan penjualan baja lembaran panas dan long product sebesar 26,20 persen dan 12,92 persen menjadi 913.619 ton dan 216.738 ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan volume pendapatan ini mendorong Krakatau Steel meraih pendapatan bersih sebesar USD 1,274 juta atau meningkat 22,71 persen dibanding kuartal III 2017.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim mengatakan, pendapatan bersih ini ditopang oleh kenaikan harga baja pada Januari-September 2018.
“Puncak kenaikan harga HRC terjadi pada awal bulan Juni 2018 yang mencapai USD 740 per ton. Memasuki 9 bulan di 2018, harga jual rata-rata HRC naik 5,67 persen di kisaran harga USD 640-680 per ton dibanding harga pada periode yang sama tahun lalu di harga USD 599 per ton,” ujar Silmy dalam keterangan tertulis, Jumat (26/10).
ADVERTISEMENT
Beberapa peningkatan kinerja tersebut juga diiringi oleh menurunnya rugi dari entitas anak usaha dan afiliasi secara signifikan hingga kerugian di Januari-September 2018 mencapai USD 7,73 juta dari yang sebelumnya USD 37,55 juta Januari-September 2017.
“Dari hasil ini kinerja Perseroan kembali membaik pada 9 bulan di 2018 ini. Rugi Perseroan kembali turun secara tajam 50,85 persen yakni USD 36,89 juta dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 75,05 juta. Raihan ini kembali menumbuhkan optimisme di Perseroan untuk terus memperbaiki kinerjanya di masa mendatang,” ungkap Silmy.
Selain itu, dalam rangka melakukan ekspansi kapasitas produksi dilakukan dengan membangun pabrik baja lembaran panas #2 atau HSM#2, saat ini progres konstruksi fisiknya sudah mencapai 86,83 persen per September 2018. Direncanakan proyek ini akan menambah kapasitas sebesar 1,5 juta ton per tahun yang akan rampung pada kuartal III 2019.
Baja produksi Krakatau Steel. (Foto: Dok. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk)
Progres pembangunan Blast Furnace juga telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, pada 16 Oktober yang lalu telah dilakukan pemanasan tungku blast stove yang merupakan tahapan penting dari beroperasinya keseluruhan pabrik Blast Furnace Complex. Pabrik ini akan melakukan produksi perdananya atau First Blow In pada 20 Desember 2018.
ADVERTISEMENT
Untuk peningkatan pemasaran, Krakatau Steel kembali memperkuat pasar di wilayah Timur pulau Jawa dengan melakukan Long Term Supply Agreement (LTSA) dengan PT Sunrise Steel pada 3 Oktober lalu. Sepanjang tahun 2017 Perseroan berhasil menyuplai baja lembaran dingin ke PT Sunrise Steel sebesar 62.000 ton dan diproyeksikan akan meningkat untuk pasokan di tahun 2018.
Selain dengan Sunrise, di hari yang sama Perseroan juga melakukan nota kesepahaman bersama dengan beberapa BUMN seperti PT Barata Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, dan PT Boma Bisma Indra. Kesepahaman ini dilakukan untuk pengadaan produk baja dan jasa terkait lainnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan