Kuota LPG 3 Kg Diusulkan Naik Jadi 8,17 Juta Ton di 2025, Ini Alasannya

5 Juni 2024 13:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Distribusi gas LPG 3 kg di Tasikmalaya. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Distribusi gas LPG 3 kg di Tasikmalaya. Foto: Pertamina
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengusulkan kenaikan kuota penyaluran LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi dalam Rancangan APBN (RAPBN) Tahun Anggaran 2025 sebesar 8,17 juta metrik ton (MT).
ADVERTISEMENT
Usulan tersebut lebih tinggi dari kuota penyaluran LPG 3 kg dalam APBN Tahun Anggaran 2024 sebesar 8,03 juta MT, setelah dimulainya mekanisme pendaftaran KTP di Pangkalan LPG.
Arifin menjelaskan, usulan kuota penyaluran LPG 3 kg ini setelah mencermati realisasi subsidi LPG 3 kg sampai dengan Mei 2024 dan proyeksi penyaluran sepanjang tahun 2024.
"Kami mengusulkan volume LPG 3 Kg dalam RAPBN TA 2025 sebesar 8,17 juta metrik ton," kata Arifin saat Rapat Kerja Komisi VII DPR, Rabu (5/6).
Arifin menuturkan, usulan kuota LPG 3 kg tahun depan didasari atas kebijakan melanjutkan upaya transformasi subsidi LPG 3 kg tepat sasaran, menjadi berbasis penerima manfaat dan terintegrasi dengan data penerima manfaat yang akurat.
ADVERTISEMENT
"Kebijakan tersebut dilakukan di antaranya dengan pendataan pengguna LPG Tabung 3 kg berbasis teknologi," tuturnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif hadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (27/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Sejalan dengan itu, kata dia, pengguna LPG 3 kg adalah pengguna yang telah terdata dan tercantum dalam data by name by address sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pelaksanaan transformasi ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan data, infrastruktur, serta kondisi ekonomi dan sosial masyarakat," pungkas Arifin.
Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengatakan realisasi penyaluran LPG 3 kg sampai 30 April 2024 sebesar 2,68 juta MT, 33,38 persen dari kuota tahun ini.
Dadan mengatakan, pemerintah memprediksi realisasi penyaluran LPG 3 kg tahun ini mencapai 8,121 juta MT, alias jebol sekitar 1,13 persen dari kuota APBN Tahun 2024 sebesar 8,03 juta MT.
ADVERTISEMENT
"Proyeksi kami untuk outlook sampai 2024 adalah sebesar 8,121 juta MT, sedikit lebih dari yang sudah ditetapkan dalam APBN," ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR, Rabu (29/5).
Adapun kebijakan transformasi subsidi LPG 3 kg tepat sasaran dilakukan menjadi berbasis penerima manfaat, dengan mewajibkan pembeli LPG 3 kg mendaftarkan KTP di Pangkalan LPG.
"Status pencatatan per tanggal 19 Mei 2024, terdapat 42,4 juta NIK yang telah terdaftar dalam sistem Merchant Application pangkalan Pertamina," kata Dadan.