Kuota Pertalite Menipis Bikin Antrean Mengular di SPBU? Ini Kata Pertamina

15 Agustus 2022 11:28
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sejumlah kendaraan roda empat antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di kawasan Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (30/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan roda empat antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di kawasan Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (30/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Pertamina (Persero) mengungkapkan realisasi penyaluran BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar sudah semakin menipis hingga pertengahan tahun 2022 ini. Di sisi lain, terjadi antrean yang mengular di sejumlah SPBU.
ADVERTISEMENT
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting memaparkan hingga Juli 2022, Solar subsidi sudah tersalurkan 9.9 juta kiloliter (KL) dari total kuota 14.9 juta KL. Sehingga tersisa 5 juta KL saja.
"Sementara Pertalite, hingga Juli sudah tersalurkan 16,8 juta KL, dari kuota 23 juta KL," ungkapnya kepada kumparan, Senin (15/8).
Artinya, kuota penyaluran Pertalite hingga saat ini hanya tersisa 6,2 juta KL saja. Meski begitu, Irto menyanggah jika antrean di SPBU disebabkan kelangkaan Pertalite maupun Solar lantaran belum ada pembatasan penjualan.
"Kita belum ada pembatasan untuk SPBU, namun memang kuota BBM Subsidi semakin menipis," tegasnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sementara menyoal antrean yang terjadi, dia mengaku sempat terjadi keterlambatan pengiriman BBM pekan lalu, lebih tepatnya selama 7-8 Agustus 2022. Namun, saat ini Pertamina sudah mengatasi masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
Walaupun demikian, Irto tidak membeberkan secara rinci SPBU di wilayah mana saja yang terjadi antrean mengular sepanjang pekan lalu tersebut.
"Minggu lalu sempat ada yang terlambat, tapi kita sudah optimalkan penyaluran dengan mengoperasikan Depot BBM kami 24 jam," pungkasnya.
Sebelumnya, kuota BBM subsidi diprediksi akan habis sebelum akhir tahun ini. Pengamat Energi Watch Mamit Setiawan memperkirakan stok Pertalite akan habis di bulan Oktober 2022 apabila tidak ada penambahan kuota.
Mamit memprediksi, apabila ada tambahan subsidi Pertalite sebanyak 5 juta KL hingga akhir tahun 2022, maka penambahan kompensasi energi dalam APBN bisa mencapai Rp 45 triliun, dengan selisih keekonomian Rp 9.000 per liter. Sedangkan penambahan 1,5 juta KL solar membutuhkan dana sebesar Rp 19,5 triliun, dengan selisih Rp 13 ribu per liter.
ADVERTISEMENT