kumparan
26 Oktober 2018 16:06

Laba BNI Syariah Naik 24,3 Persen Jadi Rp 306,6 Miliar di Kuartal III

Bank BNI Syariah
Bank BNI Syariah (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Kinerja BNI Syariah kuartal III 2018 mengalami pertumbuhan yang positif. Laba bersih mencapai Rp 306,6 miliar atau naik 24,3 persen dari bulan September 2017 sebesar Rp 246,6 miliar. Cerminan pertumbuhan terlihat dari aset BNI Syariah pada kuartal III 2018 yang mencapai Rp 38,9 triliun atau naik sebesar 21,5 persen year on year (yoy) dari kuartal III 2017. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 14,2 persen (data SPS per Agustus 2018 BUS-UUS).
ADVERTISEMENT
Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 26,9 triliun atau naik 19,3 persen yoy dengan kontribusi pembiayaan terbesar pada segmen konsumer sebesar Rp 13,6 triliun (50,8 persen) diikuti oleh segmen komersial sebesar Rp 6,1 triliun (22,5 persen), segmen kecil dan menengah Rp 5,8 triliun (21,5 persen), segmen mikro Rp 1,0 triliun (3,8 persen) dan Hasanah Card Rp 394 miliar (1,5 persen).
Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 33,5 triliun atau naik 21,4 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 9,6 persen (data SPS per Agustus 2018 BUS-UUS) dengan jumlah nasabah sebesar 2,8 juta.
Menurut Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, pencapaian kinerja perusahaan yang positif ditunjang oleh pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, ekspansi dana murah serta efisiensi operasional sehingga menghasilkan profitabilitas yang optimal.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah, secara umum kinerja BNI Syariah terus tumbuh secara konsisten di atas rata-rata industri," kata dia dalam keterangannya, Jumat (26/10).
Peningkatan efisiensi dengan meningkatkan ekspansi dana murah (CASA) melalui kerja sama dengan Institusi, Perguruan Tinggi, Sekolah dan Komunitas salah satunya program pelatihan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk optimalisasi manajemen keuangan masjid di 10 kota. Per September 2018, komposisi DPK didominasi oleh dana murah (giro dan tabungan) mencapai 54,19 persen meningkat dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar 48,70 persen.
Bank BNI Syariah
Bank BNI Syariah (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Selain itu, untuk menjaga beban operasional agar tetap efisien BNI Syariah bersinergi dengan BNI Induk dalam hal shared services, dan operasional perbankan lainnya serta optimalisasi marketing communication melalui channel digital dan online termasuk sosial media. Per September 2018, BOPO BNI Syariah tercatat sebesar 85,49 persen, lebih rendah dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar 87,62 persen.
ADVERTISEMENT
Dalam ekspansi pembiayaan, BNI Syariah fokus kepada sektor low risk dengan terus memonitor kualitas pembiayaan secara konsisten sehingga menghasilkan yield yang optimal. Per September tahun 2018, rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 3,08 persen, lebih rendah dibanding posisi yang sama tahun lalu sbesar 3,29 persen.
Dalam meningkatkan layanan kepada nasabah, BNI Syariah terus melakukan pengembangan teknologi baik melalui sinergi dengan BNI Induk maupun pengembangan sendiri seperti sinergi aplikasi Cash Management (BNI Direct, Virtual Account, dan E-Collection) dan sinergi E-Channel (Debit, ATM, SMS Banking, Internet Banking, dan Mobile Banking). Selain itu Sharia Channeling Outlet (SCO) yaitu Kantor Cabang BNI yang dapat melayani transaksi syariah tersebar di 1.584 kantor layanan SCO dan call center BNI 1500046.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan