Bisnis
ยท
23 Oktober 2020 18:38

Lifting Migas Nyaris Capai Target, Tapi Investasi di Hulu Babak Belur

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Lifting Migas Nyaris Capai Target, Tapi Investasi di Hulu Babak Belur (186858)
Ilustrasi pengeboran minyak dan gas Foto: Wikimedia Commons
Lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional per kuartal III 2020 hampir mencapai target Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2020. Sayangnya, tidak dibarengi dengan investasi di hulu migas yang babak belur karena wabah corona.
ADVERTISEMENT
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat, realisasi lifting migas per kuartal III 2020 sebesar 1,689 juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Realisasi ini mencapai 99,6 persen dari target APBN-P 2020 yaitu 1.697 ribu boepd.
"(Rinciannya), lifting minyak bumi mencapai 706,2 ribu barel per hari (bph) atau 100,17 persen dari target APBN-P 2020 sebesar 705 ribu barel per hari. Sedangkan lifting gas bumi mencapai 5.502 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau 99,03 persen dari target 5.556 MMscfd," kata Dwi dalam konferensi pers paparan kinerja SKK Migas kuartal III 2020 secara virtual, Jumat (22/10).
Dengan realisasi lifting migas demikian, penerimaan negara berhasil mencapai target. Dwi menyebutkan, hingga kuartal III 2020, uang yang masuk ke kas negara dari sektor hulu migas USD 6,99 miliar dari target APBN-P 2020 sebesar USD 5,86 miliar. Dia optimistis hingga akhir tahun penerimaan negara mencapai USD 7,21 miliar.
Lifting Migas Nyaris Capai Target, Tapi Investasi di Hulu Babak Belur (186859)
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Foto: Dok. SKK Migas
Untuk realisasi cost recovery kepada kontraktor, per kuartal III 2020 mencapai USD 5,97 miliar atau 73,5 persen dari alokasi di APBN-P sebesar USD 8,12 miliar. Sayangnya, dari sisi investasi hulu migas baru mencapai USD 6,9 miliar atau 50 persen dari target USD 13,8 miliar.
ADVERTISEMENT
Dwi mengungkapkan, rendahnya investasi di hulu migas karena banyak kontraktor mengurangi kegiatan eksplorasi untuk mencari cadangan migas baru akibat wabah corona. Apalagi, harga minyak dunia tertekan cukup dalam saat ini di kisaran USD 42 per barel.
Investasi di hulu migas saat ini umumnya hanya dilakukan untuk blok-blok yang sudah produksi. SKK Migas memproyeksikan investasi hulu migas di akhir tahun hanya USD 11,1 miliar.
"Dengan adanya COVID dan rendahnya harga minyak dunia menurunkan banyak investasi. Apalagi KKKS dunia rata-rata pangkas capex hingga 30 persen," ujarnya.