kumparan
16 Agustus 2019 13:06

Luhut dan Arcandra Yakin Indonesia Bisa Ekspor Avtur

bahan bakar Avtur
Karyawan Pertamina mengecek kualitas bahan bakar Avtur sebelum disalurkan untuk pesawat di Depot Pengisian Pesawat Udara. Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Indonesia untuk bisa mengekspor BBM avtur. Keinginan ini muncul karena dia mengklaim saat ini Indonesia sudah tidak lagi mengimpor bahan bakar untuk pesawat tersebut.
ADVERTISEMENT
Merespons keinginan Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yakin Indonesia tak hanya bisa mengkonsumsi avtur, tapi juga menjualnya ke luar negeri.
"Bisa, bisa," katanya saat ditemui usai Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut B Pandjaitan
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut B Pandjaitan. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Menurut dia, Indonesia mampu mengekspor avtur seperti keinginan Jokowi.
Dia bahkan mengklaim bahwa Indonesia sudah bisa mengekspor avtur dari PT Pertamina (Persero). Tapi, Arcandra tak menyebutkan angkanya secara detail.
"Bisa, Insyaallah. Kan kilang Pertamina mampu. Sudah, ekspor avtur sudah kok," tutur dia.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan, Jokowi ingin Indonesia mampu memproduksi avtur campuran sawit. Menurutnya, Indonesia harus berani memulai menggunakan bahan bakar nabati khususnya sawit. Saat ini Indonesia sudah mulai dengan program B20, akan masuk ke B30 campuran solar dengan 30 persen biodiesel.
ADVERTISEMENT
"Kita sudah memproduksi sendiri avtur hingga tidak impor avtur lagi. Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa ekspor avtur. Kita juga ingin produksi avtur berbahan sawit. Tapi kita bisa lebih dari itu kita bisa membuat B100," ucapnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan