Luhut Ingatkan Kenaikan Tarif Kapal AS-China Tak Boleh Rugikan Indonesia

16 Oktober 2025 19:08 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Luhut Ingatkan Kenaikan Tarif Kapal AS-China Tak Boleh Rugikan Indonesia
Luhut tegaskan Indonesia bukan negara ece-ece, jadi konflik AS dan China soal tarif kapal yang naik tak boleh bebani negara.
kumparanBISNIS
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara bertajuk 'Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran' di Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara bertajuk 'Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran' di Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan angkat suara soal keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengenakan tarif khusus bagi kapal berbendera China yang berlabuh di wilayah AS. Menurutnya kebijakan tersebut dapat menimbulkan masalah baru karena biaya pengiriman menjadi lebih mahal, bahkan berpotensi melanggar aturan dan undang-undang dalam negeri.
ADVERTISEMENT
“Kalau kita pakai gitu (kapal berbendera China) pasti harganya mahal. Ya nanti kami melanggar peraturan kami, undang-undang kami dalam negeri, itu masih jadi perdebatan juga. Kita harus tegas juga nunjukkin kita bukan negara ece-ece,” kata Luhut saat ditemui di sela acara bertajuk ‘1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran’ di Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
Ia juga menegaskan Indonesia sudah memiliki perjanjian dagang dengan sejumlah negara lain yang perlu dihormati. Karena itu, jika kebijakan AS sampai bertentangan dengan perjanjian tersebut, hal itu justru dapat menimbulkan kerumitan baru bagi Indonesia.
“Kalau sampai itu juga melanggar, ya, repot dong,” tutur Luhut.
Menurutnya, Indonesia perlu mencari solusi terbaik dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan kepentingan nasional. Ia menekankan Indonesia bukan negara yang bisa dianggap remeh, dan telah menunjukkan sikap berdaulat di berbagai forum internasional.
ADVERTISEMENT
“Kita cari yang murah. Masa kita cari yang mahal? Dia (AS) karena berkelahi dengan China, nanti kita harus nurut dia, ya nggak lah. Kita harus cari jalan keluarnya. Kita punya negara yang berpendirian, Presiden sudah pidato di ONG, perdamaian Gaza,” tutur Luhut.
Sebelumnya China juga memilih menaikkan tarif pelabuhan untuk kapal atau berbendera Amerika Serikat mulai Selasa (14/10). Kebijakan ini dilakukan sebagai balasan terhadap tarif pelabuhan AS untuk kapal berbendera China yang juga berlaku pada hari yang sama.
Dikutip dari Reuters, Kementerian Transportasi China menyatakan bahwa kapal berbendera AS yang berlabuh di pelabuhan China dikenakan biaya sebesar 400 yuan atau USD 56,13 per metrik ton bersih. Tarif itu akan naik menjadi 640 yuan (USD 89,81) mulai 17 April 2026, kemudian 880 yuan (USD 123,52) mulai 17 April 2027, dan 1.120 yuan (USD 157,16) per tonase bersih mulai 17 April 2028.
ADVERTISEMENT
Beberapa jam setelah pengumuman itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menaikkan tarif impor barang asal China menjadi 100 persen. Selain itu, Trump juga akan memberlakukan pembatasan ekspor untuk perangkat lunak penting sebagai balasan atas kebijakan China yang membatasi ekspor mineral langka.