Bisnis16 September 2020 15:33

Luhut Pede RI Cetak 3 Juta UMKM Baru di 2020, Diyakini Dorong Pemulihan Ekonomi

Konten Redaksi kumparan
Luhut Pede RI Cetak 3 Juta UMKM Baru di 2020, Diyakini Dorong Pemulihan Ekonomi  (1006596)
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakini jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa mencapai 3 juta di tahun ini. Angka ini melampaui target pemerintah tahun ini sebanyak 2 juta pelaku UMKM.
ADVERTISEMENT
Dia melanjutkan, per 14 Mei 2020 tercatat 1,9 juta lebih pelaku UMKM atau sudah 98 persen dari target tahun ini. Selain itu, ada 1 juta pelaku UMKM yang sedang melakukan proses bisnisnya.
“Kita bisa capai 3 juta (UMKM) tahun ini atau 150 persen dari target awal yang kita canangkan. Kolaborasi lintas instansi tanpa sekat birokrasi dan dengan pemain digital, ini akan mampu memupuk semangat positif,” ujar Luhut dalam launching Bangga Buatan Indonesia secara online, Rabu (16/9).
Dia menekankan, UMKM juga perlu berkolaborasi dengan riset dan teknologi untuk mendorong pemulihan ekonomi di kuartal III dan IV ini. Menurut Luhut, kolaborasi dan sinergitas mampu memberikan dukungan pasa generasi muda untuk berinovasi.
Luhut Pede RI Cetak 3 Juta UMKM Baru di 2020, Diyakini Dorong Pemulihan Ekonomi  (1006597)
Salah satu UMKM nasabah KUR BRI. KUR BRI telah disalurkan hingga hampir 80 persen dari target tahun 2019 ini Foto: Dok. BRI
Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 16 persen pelaku UMKM cenderung melakukan diversifikasi usaha selama pandemi. Dan 83 persen UMKM mengakui adanya pengaruh positif dari penggunaan media online untuk pemasaran.
ADVERTISEMENT
“Kolaborasi dan sinergitas untuk membuat Indonesia semakin maju dan sejahtera. Melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia kita semakin terkokoh, semangat gotong royong, dan solidaritas semua pemangku kepentingan,” jelasnya.
Luhut juga menjelaskan, Indonesia memiliki potensi di sektor UMKM, utamanya pada subsektor ekonomi dan kreatif. Apalagi, andil ekonomi dan kreatif mencapai 7,28 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Andil subsektor ekonomi dan kreatif terhadap perekonomian Indonesia tersebut berada di bawah Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Luhut menyebut, nilai subsektor kriya mencapai USD 892 juta di 2019. Angka ini naik 2,5 persen dari perolehan 2018 yang sebesar USD 874 juta.
“Tren positif ini harus terus kita jaga melalui semangat kerja sama. Walaupun jujur saya katakan angka ini masih jauh dari harapan kita. Oleh karena itu, ada Bangga Buatan Indonesia harus kita dorong supaya semua pertumbuhannya jauh lebih besar dari itu,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white