Bisnis
·
4 Agustus 2021 13:21
·
waktu baca 2 menit

Luhut Undang Ekonom hingga Guru Besar untuk Minta Masukan Penanganan COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Luhut Undang Ekonom hingga Guru Besar untuk Minta Masukan Penanganan COVID-19 (999424)
searchPerbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara virtual, Senin (14/12). Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengundang para ahli dari kalangan ekonom, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hingga Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FGDB). Hal ini dilakukan untuk meminta masukan penanganan COVID-19.
ADVERTISEMENT
Pertemuan Luhut dengan para ahli tersebut telah berlangsung secara online, pada Selasa (3/8) sore.
"Saya juga minta masukan dari bapak-ibu sekalian untuk menghadapi keadaan kita khusus mengenai kasus COVID-19 ini. Lebih khusus lagi delta varian ini. Peran bapak ibu kami perlukan untuk membantu apa saja yang sudah dikerjakan pemerintah untuk mengendalikan pandemi," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (4/8).
Luhut menyatakan pihaknya telah menyusun dan membuat formula pengendalian pandemi COVID-19 di Indonesia. Secara umum ada tiga aspek, yaitu mengurangi potensi penularan dengan menerapkan 3M dan 3T, mengurangi durasi kontak, dan melakukan vaksinasi.
Dalam kesempatan itu, Prof Widodo dari Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan dukungan atas kerja dan upaya pemerintah menanggulangi pandemi COVID-19. Ia menilai selama ini banyak pihak dan oknum yang menyerang dan menilai upaya penanggulangan COVID-19 yang dikomandoi Menko Marves sudah gagal.
ADVERTISEMENT
"Sebetulnya kalau ada orang yang bertanya apakah pemerintah telah gagal menangani pandemi, itu pertanyaan yang salah karena saat ini perang melawan pandemi masih proses dan belum selesai," katanya.
Luhut Undang Ekonom hingga Guru Besar untuk Minta Masukan Penanganan COVID-19 (999425)
searchPerbesar
Wishnutama mendampingi Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan meninjau lokasi Rumah Oksigen Gotong Royong di dekat suplai oksigen Pabrik Samator di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Foto: Instagram.com/wishnutama
Sementara dalam pertemuan selanjutnya dengan ekonom, IDI, serta perwakilan BEM, dari berbagai universitas di Jawa Bali, Luhut menjabarkan peta rencana atau road map pengendalian pandemi yang telah disusun dan ini kunci bagi semua pihak yang terlibat.
Menko Luhut menuturkan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi akan tergantung kepada pencapaian vaksinasi, serta implementasi dari 3T dan 3M. Karena itu, dia meminta agar bulan Agustus harus dimanfaatkan untuk meningkatkan cakupan tiga aspek di atas.
"Setiap Pangdam, Kapolda, menulis capaian tracing dari tiap-tiap daerah, sehingga kita dapat memprediksi kapan target kita 1:10 bisa tercapai. Pemda saya juga minta bantuannya untuk ikut memantau tracing ini, semua harus kompak. Semua laporan menggunakan bahasa yang sama agar kita bisa mengejar target dengan baik," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, memberikan masukan mengenai perlunya pemanfaatan dan keterlibatan mahasiswa, bukan hanya mahasiswa kedokteran dan bidang medis saja. Tapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa lainnya untuk membantu pemerintah dalam melakukan program 3T, misalnya menjadi tenaga input kasus tracing di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra dan juga Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Raihan Ariatama menyatakan mahasiswa siap membantu dan mendukung langkah pemerintah.
Kepada Luhut, mereka juga mengusulkan pelibatan mahasiswa kedokteran tingkat akhir, dalam upaya pemerintah mengatasi COVID-19.